공유

Bab 9

작가: Jin
"Orang ini gila! Bu Maya jangan takut. Bu Maya sudah baik kepada kami, sekarang kami yang akan melindungi Bu Maya!"

Anak yang biasanya paling nakal di kelas, berteriak memanggil orang-orang sambil menangis.

Suasana seketika menjadi sangat kacau.

Aku merasa tak berdaya melihat tingkah mereka, lalu segera angkat bicara, "Nggak apa-apa, kalian kembalilah ke kelas. Bu Maya mengenal orang ini."

"Benarkah?"

Murid yang tadi terisak segera menyeka air matanya.

Setelah aku meyakinkan mereka berkali-kali,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 10

    Tentu saja, yang paling mengejutkan adalah nasib dari dalang di balik semua ini, Juna.Dia menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengakui semua kejahatan yang pernah dia lakukan padaku, termasuk semua hal dia lakukan selama bertahun-tahun ini.Sebelum mendekam di penjara, dia menyumbangkan seluruh harta kekayaan Grup Mahendra.Dia tidak membawa apa-apa, hanya memegang medali, sambil berlutut setiap hari dan berdoa, berharap orang yang dicintainya akan hidup damai dan bahagia selamanya."Dia benar-benar pria yang sangat setia. Di hari dia ditangkap, dia cuma mengucapkan satu kalimat di depan kamera. 'Maya, utangku padamu, nggak akan pernah sanggup aku bayar lagi.'""Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah mengabulkan keinginanmu, yaitu membuatmu nggak perlu melihatku lagi selamanya.""Duh, kenapa ya aku nggak pernah ketemu cowok ganteng, kaya, dan setia kayak gitu? Idaman banget, asli!" Rekanku berkata dengan ekspresi penuh kekaguman, seolah sedang menonton drama romantis.Aku melir

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 9

    "Orang ini gila! Bu Maya jangan takut. Bu Maya sudah baik kepada kami, sekarang kami yang akan melindungi Bu Maya!"Anak yang biasanya paling nakal di kelas, berteriak memanggil orang-orang sambil menangis.Suasana seketika menjadi sangat kacau.Aku merasa tak berdaya melihat tingkah mereka, lalu segera angkat bicara, "Nggak apa-apa, kalian kembalilah ke kelas. Bu Maya mengenal orang ini.""Benarkah?"Murid yang tadi terisak segera menyeka air matanya.Setelah aku meyakinkan mereka berkali-kali, anak-anak itu akhirnya pergi, meski mereka terus menoleh ke belakang untuk memastikan keadaanku.Juna berdiri mematung untuk waktu yang cukup lama."Sayang, anak kita ...."Suaranya terdengar sangat getir dan parau. Aku hanya mencibir dingin."Anak? Bukannya bagimu anak itu cuma sebuah wadah untuk menyelamatkan putra dari kekasihmu?"Kelugasanku menghantamnya, membuatnya mundur dengan ekspresi penuh kebingungan, tidak tahu harus berbuat atau berkata apa lagi."Bukan begitu, Sayang. Bukan sepert

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 8

    Semua penderitaan itu adalah akibat perbuatannya sendiri.Satu hari telah berlalu.Juna terus menatap ponsel di depannya dengan mata yang merah penuh urat darah.Saat senja tiba, telepon itu kembali berdering.Suara penuh penyesalan terdengar dari seberang telepon."Pak Juna, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa. Istrimu sudah dipukuli dan disiksa, lalu dibuang ke laut. Saat berhasil ditarik ke atas, dia sudah hampir nggak bernapas. Lagi pula, saat aku meneleponmu waktu itu, kamu sendiri yang bilang mainkan saja sesukamu.""Saat aku terpikir untuk menyelamatkannya, semuanya sudah terlambat. Dia sudah mati. Tapi, tenang saja, abu kremasi istri dan anakmu akan kukirimkan kepadamu, seharusnya sebentar lagi sampai. Jangan lupa ditandatangani.""Oh, satu lagi. Permintaan terakhir istrimu sebelum mati cuma satu, yaitu bercerai darimu. Aku merasa harus mengabulkan wasiat orang yang meninggal, jadi ingatlah untuk menandatangani surat cerainya."Juna duduk termenung di sofa. Lama sekali, sampai

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 7

    "Bohong! Aku nggak melakukan apa-apa. Kamu bohong! Aku ... aku akan membunuhmu!"Diva seperti kehilangan kendali, dia bangkit dan berkelahi dengan Arya.Yang satu punya tenaga yang besar, sementara yang lainnya benar-benar sudah gila. Tak butuh waktu lama, tubuh keduanya sudah dipenuhi dengan berbagai luka.Sisa rahasia yang masih tersimpan pun akhirnya terbongkar habis tanpa sisa.Begitu mendengar kabar bahwa Maya telah dibuang ke laut lepas, Diva mendongak dan tertawa melengking dengan sangat tajam."Bagus kalau dia mati! Bagus sekali! Aku memang nggak tahan melihatnya. Atas dasar apa dia punya nasib sebaik itu? Orang tuanya kaya raya dan dia punya tunangan dari keluarga terpandang. Bahkan kamu, salah satu putra bangsawan dari sepuluh keluarga terkaya di Cimayang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya cuma karena sebutir permen dan sebuah tarian! Di bagian mana aku kalah darinya? Aku memang ingin dia mati! Aku ingin dia digilir ribuan pria! Dia itu cuma wanita murahan dan wani

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 6

    "Cepat selidiki! Lebih baik pakai nama Juna untuk memberitahunya kalau Maya, si jalang itu, sama sekali nggak berharga.""Kalau nanti dia sampai mati tersiksa di tangan orang itu, kita jadi punya alasan bagus untuk membebaskanmu dari hukuman.""Intinya, jangan biarkan Maya kembali dalam keadaan hidup, kalau nggak kita semua akan mati.""Jangan lupa, dulu kamu yang menerima suap dariku dan membantuku berbohong. Sekarang, kamu juga yang membantuku menjebak Maya. Kita ini berada di kapal yang sama!""Apa kamu bilang?"…Pintu terbuka. Juna berdiri di sana sambil membawa semangkuk mie kuah bening dengan tatapan mata yang sangat dingin.Dia hampir mengira dirinya berhalusinasi saat kembali untuk mengambil ponselnya.Suap, jebakan, bahkan menyingkirkan orang …. Bagaimana mungkin itu keluar dari mulut malaikat kecil yang selama ini dia lihat? "Apa yang sudah kamu lakukan pada Maya?"Teringat akan nada bicara yang begitu kejam dalam panggilan telepon tadi, tubuh Juna gemetar hebat. Dia melemp

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 5

    …Di sisi lain.Ponsel Juna jatuh ke lantai.Kata-kata penuh kebencian itu terus terngiang di benaknya, seolah-olah sebuah kutukan.Dia mencoba menenangkan diri dan memijat pelipisnya. Saat baru saja hendak bicara lagi, terdengar suara operator yang dingin dari seberang telepon."Sialan."Jantungnya berdegup kencang tak terkendali, seakan ada sesuatu yang akan terjadi.Setelah berpikir sejenak, dia bangkit mengambil jaket dan berjalan ke arah pintu.Diva yang sedang berbaring di tempat tidur segera membuka mata. Dia turun dari ranjang dan memeluk pinggang Juna dari belakang."Juna, kamu mau ke mana? Jangan pergi, aku takut sendirian."Juna mengernyit tidak sabar, tetapi kekesalan itu langsung sirna begitu mendengar isak tangis di belakangnya.Dia berbalik, lalu dengan lembut menyeka air mata Diva."Maya sedang merajuk, aku harus pulang mengeceknya. Bagaimanapun, nyawa anak kita bergantung pada janin di rahimnya."Diva menyembunyikan rasa iri dan bencinya, lalu bicara dengan nada lemah,

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 3

    Belum sempat pengasuh itu bicara, Juna melambaikan tangannya. Pengawal di belakangnya langsung menyeret orang itu keluar.Terdengar teriakan menyakitkan dari luar dan aku refleks gemetar."Itu bukan salahnya. Di awal kehamilan memang wajar kalau merasa agak nggak enak badan ...."Belum sempat aku se

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 1

    Di dalam ruangan, keduanya masih asyik mengobrol."Juna, kamu jauh lebih kejam dari yang kukira. Dengan otak bodoh Maya, mungkin dia malah bakal senang melahirkan banyak anak buat kamu. Aku cuma takut pas dia tahu kenyataannya nanti, dia bakal hancur dan bikin ribut.""Dia punya hak apa buat ribut?"

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 4

    "Diva, kamu nggak apa-apa? Dia nggak melukaimu, 'kan?"Air mata Diva mengalir, tubuhnya yang tampak lemah itu terlihat seolah mau pingsan."Jangan salahkan dia, ini salahku. Tadi waktu aku keluar, aku nggak sengaja lihat dia begitu dekat dengan pria ini. Karena takut dia khilaf dan ngelakuin hal yan

  • Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu   Bab 2

    Kakiku lemas seketika. Aku nyaris tidak bisa berdiri tegak dan hanya bisa bersandar di dinding sambil terisak dalam keputusasaan.Demi menghindari agar tidak ketahuan oleh dua iblis di dalam ruangan itu, aku memaksakan diri untuk bergerak dan bersembunyi di pojok toilet.Saat menatap cermin, aku bar

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status