FAZER LOGINMalam sebelum pernikahan, aku dan kakak angkatku diculik dalam perjalanan pulang. Keluargaku mengirimkan uang tebusan, tetapi jumlahnya hanya cukup untuk membebaskan kakak angkatku saja. Aku pun diseret ke sebuah pabrik terbengkalai dan disiksa serta dilecehkan selama tiga hari tiga malam. Begitu tunanganku mengetahuinya, dia segera mengeluarkan pernyataan yang dingin. [Nona Muda Keluarga Ambara telah ternoda. Dia nggak lagi pantas menjadi istriku. Pernikahan antara Keluarga Ambara dan Keluarga Wirasena kini dialihkan kepada putri sulung, Diva Ambara.] Aku menjadi bahan tertawaan di seluruh sosialita Cimayang. Orang tuaku pun merasa malu dan mengusirku dari rumah. Di saat aku berniat mengakhiri hidup, Juna Mahendra, putra sulung Keluarga Mahendra yang merupakan satu dari sepuluh keluarga paling berpengaruh di Kota Cimayang, mendadak muncul. Dia mendekapku erat dan berkata sambil terisak bahwa dia tidak peduli dengan masa laluku. Dia bahkan menggelar pesta pernikahan abad ini yang begitu megah untukku. Karena khawatir aku trauma, selama dua tahun pernikahan, dia sama sekali tidak menyentuhku. Di bawah penjagaannya yang tulus, kesehatan fisik dan mentalku perlahan pulih, hingga akhirnya aku menerima cintanya. Satu bulan kemudian, saat aku membawa hasil pemeriksaan kehamilan dan bermaksud berbagi kabar gembira ini dengannya, tanpa sengaja aku mendengar percakapannya dengan mantan tunanganku, Arya Wirasena. "Juna, aku benaran nggak habis pikir sama kamu. Dulu, demi bantuin Diva, kamu tega bawa orang buat ngelecehin Maya. Tapi, sekarang, kamu malah sengaja bikin dia hamil. Mau kamu apa, sih?" Juna mengibaskan tangan, suaranya datar tanpa emosi. "Anak Diva lagi sakit. Dia butuh darah tali pusar bayi buat bertahan hidup, sedangkan kondisi badan Diva sendiri juga lemah." "Maya dulu pernah disiksa kayak gitu saja badannya bisa balik sehat, jadi dia pasti kuat buat melahirkan. Kalau satu anak nggak cukup, ya dua. Kalau dua nggak cukup, ya tiga!" "Memang kejam, sih. Tapi, aku bakal tebus itu dengan nemenin dia seumur hidupku. Buat dia, kompensasi kayak gitu harusnya sudah lebih dari cukup."
Ver maisTentu saja, yang paling mengejutkan adalah nasib dari dalang di balik semua ini, Juna.Dia menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengakui semua kejahatan yang pernah dia lakukan padaku, termasuk semua hal dia lakukan selama bertahun-tahun ini.Sebelum mendekam di penjara, dia menyumbangkan seluruh harta kekayaan Grup Mahendra.Dia tidak membawa apa-apa, hanya memegang medali, sambil berlutut setiap hari dan berdoa, berharap orang yang dicintainya akan hidup damai dan bahagia selamanya."Dia benar-benar pria yang sangat setia. Di hari dia ditangkap, dia cuma mengucapkan satu kalimat di depan kamera. 'Maya, utangku padamu, nggak akan pernah sanggup aku bayar lagi.'""Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah mengabulkan keinginanmu, yaitu membuatmu nggak perlu melihatku lagi selamanya.""Duh, kenapa ya aku nggak pernah ketemu cowok ganteng, kaya, dan setia kayak gitu? Idaman banget, asli!" Rekanku berkata dengan ekspresi penuh kekaguman, seolah sedang menonton drama romantis.Aku melir
"Orang ini gila! Bu Maya jangan takut. Bu Maya sudah baik kepada kami, sekarang kami yang akan melindungi Bu Maya!"Anak yang biasanya paling nakal di kelas, berteriak memanggil orang-orang sambil menangis.Suasana seketika menjadi sangat kacau.Aku merasa tak berdaya melihat tingkah mereka, lalu segera angkat bicara, "Nggak apa-apa, kalian kembalilah ke kelas. Bu Maya mengenal orang ini.""Benarkah?"Murid yang tadi terisak segera menyeka air matanya.Setelah aku meyakinkan mereka berkali-kali, anak-anak itu akhirnya pergi, meski mereka terus menoleh ke belakang untuk memastikan keadaanku.Juna berdiri mematung untuk waktu yang cukup lama."Sayang, anak kita ...."Suaranya terdengar sangat getir dan parau. Aku hanya mencibir dingin."Anak? Bukannya bagimu anak itu cuma sebuah wadah untuk menyelamatkan putra dari kekasihmu?"Kelugasanku menghantamnya, membuatnya mundur dengan ekspresi penuh kebingungan, tidak tahu harus berbuat atau berkata apa lagi."Bukan begitu, Sayang. Bukan sepert
Semua penderitaan itu adalah akibat perbuatannya sendiri.Satu hari telah berlalu.Juna terus menatap ponsel di depannya dengan mata yang merah penuh urat darah.Saat senja tiba, telepon itu kembali berdering.Suara penuh penyesalan terdengar dari seberang telepon."Pak Juna, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa. Istrimu sudah dipukuli dan disiksa, lalu dibuang ke laut. Saat berhasil ditarik ke atas, dia sudah hampir nggak bernapas. Lagi pula, saat aku meneleponmu waktu itu, kamu sendiri yang bilang mainkan saja sesukamu.""Saat aku terpikir untuk menyelamatkannya, semuanya sudah terlambat. Dia sudah mati. Tapi, tenang saja, abu kremasi istri dan anakmu akan kukirimkan kepadamu, seharusnya sebentar lagi sampai. Jangan lupa ditandatangani.""Oh, satu lagi. Permintaan terakhir istrimu sebelum mati cuma satu, yaitu bercerai darimu. Aku merasa harus mengabulkan wasiat orang yang meninggal, jadi ingatlah untuk menandatangani surat cerainya."Juna duduk termenung di sofa. Lama sekali, sampai
"Bohong! Aku nggak melakukan apa-apa. Kamu bohong! Aku ... aku akan membunuhmu!"Diva seperti kehilangan kendali, dia bangkit dan berkelahi dengan Arya.Yang satu punya tenaga yang besar, sementara yang lainnya benar-benar sudah gila. Tak butuh waktu lama, tubuh keduanya sudah dipenuhi dengan berbagai luka.Sisa rahasia yang masih tersimpan pun akhirnya terbongkar habis tanpa sisa.Begitu mendengar kabar bahwa Maya telah dibuang ke laut lepas, Diva mendongak dan tertawa melengking dengan sangat tajam."Bagus kalau dia mati! Bagus sekali! Aku memang nggak tahan melihatnya. Atas dasar apa dia punya nasib sebaik itu? Orang tuanya kaya raya dan dia punya tunangan dari keluarga terpandang. Bahkan kamu, salah satu putra bangsawan dari sepuluh keluarga terkaya di Cimayang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya cuma karena sebutir permen dan sebuah tarian! Di bagian mana aku kalah darinya? Aku memang ingin dia mati! Aku ingin dia digilir ribuan pria! Dia itu cuma wanita murahan dan wani


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.