Setelah menyelesaikan semua itu, ibuku juga kebetulan selesai berkemas. Dengan rajin aku membantunya membawakan koper dan mengantarnya sampai ke gerbang kompleks perumahan. Begitu mobil yang dia tumpangi menghilang di tikungan, aku bergegas kembali ke rumah, membiarkan pintu sedikit terbuka, dan mulai menunggu kedatangan Tante Adelina.Lima belas menit kemudian, Tante Adelina datang dengan terburu-buru. Aku bersembunyi di balik pintu. Begitu dia melangkah masuk, aku segera mengunci pintu rapat-rapat, lalu memeluknya dari belakang.Tubuh Tante Adelina menegang karena terkejut. Dengan leher kaku, dia bertanya siapa itu. Aku mendekatkan bibir ke telinganya dan berbisik pelan, "Ini aku ...."Tante Adelina seketika menghela napas lega, namun dia segera tersadar. Sambil meronta, dia menyuruhku melepaskannya. Aku menjilat cuping telinganya, merasakan tubuhnya yang sedikit bergetar, lalu berkata dengan suara serak yang menggoda, "Mmm, Tante, aku sangat merindukanmu. Apa Tante merindukanku?
Read More