Share

Bab 3

Author: Emma
"Aku bahkan belum pernah merasakan rasanya 'begitu' sampai sekarang ...."

Tante Adelina menatapku dengan tatapan tidak percaya. "Andre, kamu ... kamu nggak mungkin masih perjaka sampai sekarang, ‘kan?"

Aku menghela napas, mengangguk pasrah, dan membenarkannya. Tante Adelina seketika terdiam.

Melihatnya terbungkam cukup lama, pikiranku mendadak panas. Entah setan apa yang merasukiku, aku berkata secara spontan, "Tante, aku benar-benar mau mencoba rasanya 'itu'. Apa Tante bisa membantuku?"

Tante Adelina menatapku dengan wajah penuh keheranan. "Andre, kamu ... apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?"

Aku mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja. Bukannya Tante sendiri yang bilang punyaku ini ukurannya kelas atas? Apa Tante nggak mau mencobanya?"

Aku mengerucutkan bibir, lalu berkata dengan nada sedih yang dibuat-buat, "Atau jangan-jangan, Tante tadi cuma mau menghiburku dan berbasa-basi saja padaku?"

Tante Adelina pun bergegas menjelaskan bahwa semua yang dikatakannya benar, dia tidak bermaksud membohongiku.

"Baiklah, aku percaya Tante nggak berbohong. Jadi ...." Aku menatapnya dengan penuh harap. "Ini artinya Tante setuju, ‘kan?"

Tante Adelina kembali terdiam. Matanya memancarkan hasrat, namun wajahnya tampak sangat bimbang.

Setelah sekian lama, dia menghela napas panjang dan berkata dengan nada getir, "Andre, aku dan ibumu adalah sahabat baik. Aku juga melihatmu tumbuh besar sejak kecil."

"Tante walaupun ingin, tapi Tante tetap nggak bisa mengabaikan batasan moral ini ...."

"Jadilah anak baik. Cepat tarik resleting celanamu, dan kita ... kita lanjutkan pemeriksaannya ...."

Aku pun mengangguk kecewa. "Baiklah."

Setelah merapikan celana, aku bertanya pada Tante Adelina sampai di mana pertanyaan kami tadi. Tante Adelina tertegun, lalu mengaku sudah lupa.

"Oh, aku ingat. Kita tadi bicara soal ukuran," kataku dengan tenang sambil membetulkan letak kacamata.

"Karena ini bukan masalah ukuran pasanganmu, ada kemungkinan ada sesuatu yang tumbuh di dalam sana ...."

Sekali lagi aku menyarankan agar dia melepas celananya sehingga aku bisa menggunakan instrumen untuk memeriksanya.

Kali ini Tante Adelina tidak menolak. Dia bangkit, menyingkap roknya hingga ke pinggang, lalu berbaring kembali di tempat tidur.

Selama melakukan gerakan itu, dia terus memalingkan wajahnya ke arah lain.

Aku ingin tertawa melihatnya. Kenapa rasanya dia seperti sedang membodohi diri sendiri?

Namun, begitu aku melihat noda basah di celana dalam Tante Adelina, senyum di bibirku seketika sirna.

Aku menatap pangkal pahanya dengan tatapan dalam, lalu berkata dengan suara serak, "Tante, bukannya tadi Tante bilang kalau Tante ... nggak bisa mengeluarkan cairan?"

Aku mengusap noda itu dengan ujung jariku, lalu mengangkat tangan memperlihatkannya. "Lalu ini apa?"

Melihat benang putih tipis yang merenggang di antara jari-jariku, wajah cantiknya memerah padam. "Andre, kamu ... kamu ... menyebalkan!"

Dia tiba-tiba merapatkan kedua kakinya dan merajuk manja. "Huh, kamu malah mempermainkan Tante. Aku nggak mau diperiksa oleh kamu lagi!"

Mendengar Tante Adelina ingin berganti ke dokter wanita, aku panik dan segera meminta maaf dengan suara lembut.

Tante Adelina pun memalingkan wajahnya dengan gusar, sementara tanganku yang gemetar mulai membuka kedua kakinya perlahan.

"Tante .. apa terasa sesuatu?" Suara napas yang menderu cepat terdengar di telingaku. Aku menahan rasa sesak yang berdenyut di perut bawah, lalu bertanya sekali lagi.

Tidak ada jawaban. Aku mengerakkan tanganku lebih jauh ke dalam. Detik berikutnya, suara pekikan yang bergetar pecah di samping telingaku.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 8

    Tante Adelina sangat ketakutan. Dengan tangan gemetar, dia mengirim pesan putus dan langsung memblokir serta menghapus nomor pria itu di depanku. Setelah merasa puas, barulah aku membiarkannya pergi.Beberapa hari kemudian, aku kembali mencoba mengorek informasi tentang Tante Adelina dari ibuku secara tidak langsung. Aku ingin memastikan apakah dia benar-benar putus dengan Gilbert, dan ibuku memberikan jawaban yang pasti. Di akhir pembicaraan, ibuku bergumam bahwa dia curiga Tante Adelina pasti punya pacar baru belakangan ini. Sebab, wajahnya terlihat sangat segar dan berseri-seri, seperti baru saja "dimanjakan".Aku hampir saja ingin berteriak pada ibuku, "Tebakan Ibu benar! Dia memang punya pacar baru, dan orang itu adalah aku!" Namun, kata-kata itu kutelan kembali. Bukan karena aku tidak mau mengatakannya, hanya saja ini terlalu mendadak dan aku takut ibuku akan terkejut. Lagi pula, Tante Adelina juga melarangku. Dia memperingatkan aku dengan sangat serius bahwa jika aku membe

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 7

    Saat masuk, sensasi nikmat yang menggelitik itu seketika merambat dari bawah ke seluruh tubuh. Rasanya sungguh luar biasa, sampai-sampai kulit kepalaku terasa kesemutan. Setelah bergumul sejenak, aku tidak tahan untuk berbisik, "Tante, aku menyukaimu ....""Nngh, apa Tante juga menyukaiku?"Jawaban yang kuterima hanyalah deru napas yang terengah-engah dan erangan yang tak putus. Melihat Tante Adelina yang tampak sangat bergairah di bawahku, aku merasa darahku mendidih dan tubuhku seolah memiliki tenaga yang tak ada habisnya.Entah sudah berapa lama kami melakukannya. Tante Adelina bahkan sempat pingsan beberapa kali karena permainanku. Aku terlalu bersemangat, rasanya seperti remku blong begitu sudah mulai. Yah, salahkan Tante Adelina yang terlalu menggoda. Selain tubuhnya yang empuk dan lentur, dia juga sangat pintar memicu gairah pria. Pemuda sepertiku benar-benar tidak bisa mengendalikan nafsu untuk terus menaklukkannya.Setelah Tante Adelina pingsan sekali lagi, aku menahan r

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 6

    Setelah menyelesaikan semua itu, ibuku juga kebetulan selesai berkemas. Dengan rajin aku membantunya membawakan koper dan mengantarnya sampai ke gerbang kompleks perumahan. Begitu mobil yang dia tumpangi menghilang di tikungan, aku bergegas kembali ke rumah, membiarkan pintu sedikit terbuka, dan mulai menunggu kedatangan Tante Adelina.Lima belas menit kemudian, Tante Adelina datang dengan terburu-buru. Aku bersembunyi di balik pintu. Begitu dia melangkah masuk, aku segera mengunci pintu rapat-rapat, lalu memeluknya dari belakang.Tubuh Tante Adelina menegang karena terkejut. Dengan leher kaku, dia bertanya siapa itu. Aku mendekatkan bibir ke telinganya dan berbisik pelan, "Ini aku ...."Tante Adelina seketika menghela napas lega, namun dia segera tersadar. Sambil meronta, dia menyuruhku melepaskannya. Aku menjilat cuping telinganya, merasakan tubuhnya yang sedikit bergetar, lalu berkata dengan suara serak yang menggoda, "Mmm, Tante, aku sangat merindukanmu. Apa Tante merindukanku?

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 5

    Heh, cukup baik? Gemar bermain wanita dibilang cukup baik? Hampir menghamili salah satu teman sekelasku saat SMA dibilang cukup baik? Saat itu, jika dia tidak membayar ganti rugi sebesar 1,6 miliar, dia pasti sudah membusuk di penjara!Tante Adelina tertawa canggung. "Itu ... itu pasti salah paham. Gilbert ... nggak terlihat seperti orang yang seperti itu."Aku mencibir dan berkata, "Tante baru mengenalnya berapa lama? Mana mungkin Tante benar-benar tahu sifat aslinya."Melihatku terus menjelek-jelekkan Gilbert, Tante Adelina merasa tidak senang. Setelah merapikan pakaiannya, tanpa menyapa lagi, dia langsung membuka pintu dan pergi. Aku ingin memanggilnya untuk meminta nomor teleponnya, tapi saat aku mengejar ke luar, dia sudah menghilang tanpa jejak.Kembali ke dalam ruangan, aku mengenang kembali pengalaman tadi. Semakin aku memikirkannya, semakin bergejolak perasaanku. Hal semacam ini, jika belum pernah mencoba mungkin tidak apa-apa, tapi sekali merasakannya, rasanya sulit untuk

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 4

    "Ngh! Mmh, jangan ... jangan lebih dalam lagi ... ah!" Aku mengatur napas yang memburu, lalu bertanya dengan suara rendah, "Bagaimana, Tante? Apa rasanya nikmat?""Nik-nik ... mmh ... mat ...."Seketika aku menarik tanganku. Dengan gerakan cepat, aku menanggalkan jas dokter serta celanaku, lalu naik ke atas tubuh Tante Adelina."Tante sudah merasa nikmat, sekarang biar aku juga merasakannya. Aku sudah hampir mati menahannya ...."Tanpa menunggu jawabannya, aku mengangkat kedua kakinya ke bahuku. Sambil memegang milikku yang sudah mengeras seperti baja, aku pun melakukan dorongan kuat ke depan dalam satu gerakan."Ssh ... ngh ... ohh .... ahhh ...!"Awalnya Tante Adelina menggigit bibir rapat-rapat, enggan mengeluarkan suara. Namun, setelah aku memberikan beberapa kali hentakan bertenaga, dia mulai mengerang dan mendesah keras. Beberapa kali dia bahkan mengeluh karena gerakanku terlalu lambat. Padahal tadinya aku ingin melakukannya perlahan. Tapi melihat reaksinya yang begitu liar, ak

  • Mengobati Menopause Dini Sahabat Ibu   Bab 3

    "Aku bahkan belum pernah merasakan rasanya 'begitu' sampai sekarang ...."Tante Adelina menatapku dengan tatapan tidak percaya. "Andre, kamu ... kamu nggak mungkin masih perjaka sampai sekarang, ‘kan?"Aku menghela napas, mengangguk pasrah, dan membenarkannya. Tante Adelina seketika terdiam. Melihatnya terbungkam cukup lama, pikiranku mendadak panas. Entah setan apa yang merasukiku, aku berkata secara spontan, "Tante, aku benar-benar mau mencoba rasanya 'itu'. Apa Tante bisa membantuku?"Tante Adelina menatapku dengan wajah penuh keheranan. "Andre, kamu ... apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?"Aku mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja. Bukannya Tante sendiri yang bilang punyaku ini ukurannya kelas atas? Apa Tante nggak mau mencobanya?" Aku mengerucutkan bibir, lalu berkata dengan nada sedih yang dibuat-buat, "Atau jangan-jangan, Tante tadi cuma mau menghiburku dan berbasa-basi saja padaku?"Tante Adelina pun bergegas menjelaskan bahwa semua yang dikatakannya benar, dia ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status