LOGIN".... Anu, di situ sangat kering. Rasanya perih dan sakit saat melakukannya, bahkan airnya saja nggak keluar-keluar ...." Aku menatap Tante Adelina, yang wajah cantiknya memerah malu. Lalu melirik sekilas ke arah tubuh seksinya yang sintal dan menggoda. Sambil menelan ludah, aku berkata sambil tersenyum lebar, "Itu ... Tante, masalahmu ini agak rumit. Aku nggak berani langsung ambil kesimpulan ...." "Begini saja, Tante masuk ke balik tirai itu. Aku akan menggunakan alat untuk memeriksa apa sebenarnya masalahnya." "Oh ya, ingat, celananya harus dilepas semua."
View MoreTante Adelina sangat ketakutan. Dengan tangan gemetar, dia mengirim pesan putus dan langsung memblokir serta menghapus nomor pria itu di depanku. Setelah merasa puas, barulah aku membiarkannya pergi.Beberapa hari kemudian, aku kembali mencoba mengorek informasi tentang Tante Adelina dari ibuku secara tidak langsung. Aku ingin memastikan apakah dia benar-benar putus dengan Gilbert, dan ibuku memberikan jawaban yang pasti. Di akhir pembicaraan, ibuku bergumam bahwa dia curiga Tante Adelina pasti punya pacar baru belakangan ini. Sebab, wajahnya terlihat sangat segar dan berseri-seri, seperti baru saja "dimanjakan".Aku hampir saja ingin berteriak pada ibuku, "Tebakan Ibu benar! Dia memang punya pacar baru, dan orang itu adalah aku!" Namun, kata-kata itu kutelan kembali. Bukan karena aku tidak mau mengatakannya, hanya saja ini terlalu mendadak dan aku takut ibuku akan terkejut. Lagi pula, Tante Adelina juga melarangku. Dia memperingatkan aku dengan sangat serius bahwa jika aku membe
Saat masuk, sensasi nikmat yang menggelitik itu seketika merambat dari bawah ke seluruh tubuh. Rasanya sungguh luar biasa, sampai-sampai kulit kepalaku terasa kesemutan. Setelah bergumul sejenak, aku tidak tahan untuk berbisik, "Tante, aku menyukaimu ....""Nngh, apa Tante juga menyukaiku?"Jawaban yang kuterima hanyalah deru napas yang terengah-engah dan erangan yang tak putus. Melihat Tante Adelina yang tampak sangat bergairah di bawahku, aku merasa darahku mendidih dan tubuhku seolah memiliki tenaga yang tak ada habisnya.Entah sudah berapa lama kami melakukannya. Tante Adelina bahkan sempat pingsan beberapa kali karena permainanku. Aku terlalu bersemangat, rasanya seperti remku blong begitu sudah mulai. Yah, salahkan Tante Adelina yang terlalu menggoda. Selain tubuhnya yang empuk dan lentur, dia juga sangat pintar memicu gairah pria. Pemuda sepertiku benar-benar tidak bisa mengendalikan nafsu untuk terus menaklukkannya.Setelah Tante Adelina pingsan sekali lagi, aku menahan r
Setelah menyelesaikan semua itu, ibuku juga kebetulan selesai berkemas. Dengan rajin aku membantunya membawakan koper dan mengantarnya sampai ke gerbang kompleks perumahan. Begitu mobil yang dia tumpangi menghilang di tikungan, aku bergegas kembali ke rumah, membiarkan pintu sedikit terbuka, dan mulai menunggu kedatangan Tante Adelina.Lima belas menit kemudian, Tante Adelina datang dengan terburu-buru. Aku bersembunyi di balik pintu. Begitu dia melangkah masuk, aku segera mengunci pintu rapat-rapat, lalu memeluknya dari belakang.Tubuh Tante Adelina menegang karena terkejut. Dengan leher kaku, dia bertanya siapa itu. Aku mendekatkan bibir ke telinganya dan berbisik pelan, "Ini aku ...."Tante Adelina seketika menghela napas lega, namun dia segera tersadar. Sambil meronta, dia menyuruhku melepaskannya. Aku menjilat cuping telinganya, merasakan tubuhnya yang sedikit bergetar, lalu berkata dengan suara serak yang menggoda, "Mmm, Tante, aku sangat merindukanmu. Apa Tante merindukanku?
Heh, cukup baik? Gemar bermain wanita dibilang cukup baik? Hampir menghamili salah satu teman sekelasku saat SMA dibilang cukup baik? Saat itu, jika dia tidak membayar ganti rugi sebesar 1,6 miliar, dia pasti sudah membusuk di penjara!Tante Adelina tertawa canggung. "Itu ... itu pasti salah paham. Gilbert ... nggak terlihat seperti orang yang seperti itu."Aku mencibir dan berkata, "Tante baru mengenalnya berapa lama? Mana mungkin Tante benar-benar tahu sifat aslinya."Melihatku terus menjelek-jelekkan Gilbert, Tante Adelina merasa tidak senang. Setelah merapikan pakaiannya, tanpa menyapa lagi, dia langsung membuka pintu dan pergi. Aku ingin memanggilnya untuk meminta nomor teleponnya, tapi saat aku mengejar ke luar, dia sudah menghilang tanpa jejak.Kembali ke dalam ruangan, aku mengenang kembali pengalaman tadi. Semakin aku memikirkannya, semakin bergejolak perasaanku. Hal semacam ini, jika belum pernah mencoba mungkin tidak apa-apa, tapi sekali merasakannya, rasanya sulit untuk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.