Sintya menggoda Heri dengan tatapan menggodanya yang hanya mengenakan bikini itu. Ia menyandarkan bahunya di bingkai pintu kaca balkon, sengaja meliukkan sedikit tubuhnya hingga mengekspos lekuk pinggang yang begitu matang di bawah siraman cahaya fajar. Sepasang matanya yang sayu berkedip perlahan, memancarkan binar nakal yang secara instan meruntuhkan sisa-sisa argumen logis di dalam kepala Heri.Melihat umpan yang begitu memikat di depan matanya, Heri tidak membuang waktu. Ia melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma manis tubuh Sintya yang bercampur dengan kehangatan seprai kamar langsung memenuhi indra penciumannya.Heri merunduk sedikit, menatap lekat-lekat bibir Sintya yang sedikit merekah. "Kamu tampaknya belum puas dengan semalam, Sintya," bisik Heri, suaranya berat dan serak, sarat akan getaran maskulin yang mengintimidasi.Tentu saja, Sintya belum puas dan Heri pun tahu soal itu. Keliaran wanita ini di atas pasir pantai beberapa jam lalu justru menjadi
Leer más