Jatah Malam Nyonya Besar

Jatah Malam Nyonya Besar

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-05
Oleh:  Nona MentariBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
119Bab
16.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Heri Hermawan adalah security di rumah elit yang tidak sengaja melihat majikannya bermain 'solo' dan mendesah yang membuat Heri langsung terdiam mematung melihatnya. Alih-alih dimarahi oleh Sintya, sang majikan. Wanita itu justru menggoda Heri dan memintanya memberikan 'jatah malam' untuknya. Wanita itu memang istri yang kesepian karena suaminya tak pernah pulang. Awalnya Heri takut apalagi ketahuan oleh suami Sintya, namun semakin hari justru Heri sendiri yang lebih berani!

Lihat lebih banyak

Bab 1

BAB 1

“Pak, paket buat Nyonya Sintya. Katanya penting, harus sampai tangan sekarang,” ujar kurir itu buru-buru.

Malam itu, gerimis tipis membasahi aspal kompleks perumahan elit Citra Kencana. Heri Hermawan, pria berusia 35 tahun dengan badan tegap sisa latihan bela diri masa muda, menghela napas panjang. Pikirannya sempat melayang pada anak perempuannya yang berusia tujuh tahun yang sedang butuh biaya sekolah, sebelum sebuah motor kurir berhenti di gerbang pos.

Heri melihat labelnya: Express – Fragile. Karena ia tahu suami Sintya sedang di luar kota dan asisten rumah tangga mereka sedang pulang kampung, Heri mengambil alih tanggung jawab itu. Ia pun berjalan menuju rumah megah bernuansa minimalis modern tersebut. Pintu depan rupanya tidak terkunci rapat, mungkin Sintya lupa karena merasa aman di dalam kompleks.

“Nyonya? Permisi, Nyonya Sintya? Ini ada paket penting,” panggil Heri pelan saat kakinya melangkah masuk ke ruang tengah yang dingin karena AC sentral.

Tidak ada sahutan. Namun, saat ia melewati lorong menuju kamar utama di lantai bawah, sebuah suara menghentikan langkahnya. 

“Ahhh... mmmhh... sedikit lagi...”

Langkah Heri membeku. Itu bukan suara rintihan sakit, melainkan sebuah simfoni hasrat yang murni. Jantungnya berdegup kencang, menghantam rusuknya seirama dengan denyutan yang mulai menjalar ke arah selangkangannya. Heri adalah seorang duda yang sudah terlalu lama memendam gairah, dan suara itu bertindak seperti bensin yang menyiram bara api di dalam dirinya.

Ia seharusnya berbalik. Ia seharusnya meletakkan paket itu di meja ruang tamu dan lari keluar. Namun, rasa penasaran yang primitif justru membelenggu kakinya. Dengan gerakan setenang predator, ia mendekat. Matanya tertuju pada celah pintu yang hanya terbuka beberapa senti.

Dari celah sempit itu, mata Heri membola. Sintya, wanita berusia 33 tahun yang biasanya terlihat sangat anggun dan berwibawa dengan pakaian kantor, kini tampil tanpa sehelai benang pun di atas ranjang king size. Kulitnya yang putih mulus tampak berkilat karena keringat tipis di bawah lampu tidur yang temaram.

Heri menelan ludah dengan susah payah. Sintya sedang telentang, kedua kaki jenjangnya terbuka lebar. Tangan kanannya memegang sebuah alat sex toy berwarna merah muda yang bergetar hebat, bekerja keras di antara kedua pahanya. Sementara tangan kirinya meremas payudaranya yang montok dan berisi, membuat pucuk dadanya menegang menantang langit.

“Gila... montok banget,” bisik Heri dalam hati, matanya tak lepas dari pemandangan itu.

Di balik celana seragamnya, 'sang pengawal setia' milik Heri mulai menuntut kebebasan. Senjata pria itu menegang hebat, berdenyut keras mengikuti ritme napas Sintya yang makin memburu. Heri merasakan sesak yang luar biasa. Ada dorongan purba untuk mendobrak pintu itu, membuang alat plastik tak bernyawa tersebut, dan menggantikannya dengan jemarinya yang kasar, atau membenamkan wajahnya di antara gundukan kenyal yang terus membusung setiap kali Sintya menarik napas.

“Aku nggak nyangka Nyonya se-agresif ini kalau sendirian,” batin Heri lagi, sambil terus menelan ludah yang terasa kering.

“Oohh... iya, di situ... Ahhh! Mas... kamu nggak pernah ada buat aku!” Sintya mengerang keras, tubuhnya melengkung indah saat mencapai puncak. Alat itu ditarik keluar, meninggalkan kilatan cairan yang memantulkan cahaya lampu.

“Coba aja aku yang di sana, pasti Nyonya bakal lebih puas,” ucapnya dengan pelan sambil terus menahan ‘burung’-nya yang hampir lepas yang berdenyut hebat di bawah sana.

Heri terengah-engah hanya dengan menontonnya. Pikirannya sudah kacau balau, membayangkan betapa hangatnya tubuh majikannya itu. Ia terlalu fokus menikmati pemandangan hingga lupa bahwa ia sedang berdiri di ambang pintu orang lain.

“Apa Nyonya sering kayak gini kalau suaminya lagi nggak ada?”

Pikiran Heri terus melayang sambil terus menelan ludahnya berulangkali. Betapa beruntungnya dia, pikirnya. Karena melihat pemandangan surga dunia yang tak pernah dia lihat sebelumnya.

Sintya mulai mengatur napas, lalu menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan. Heri sadar ia harus segera pergi sebelum tertangkap basah. Ia membalikkan badan dengan terburu-buru, namun gerakannya yang kikuk menjadi bumerang.

Prang!

Siku Heri menyenggol vas bunga keramik kecil yang terletak di atas meja konsol tepat di samping pintu. Bunyi pecahannya terdengar seperti ledakan bom di tengah keheningan malam itu. Darah Heri seolah berhenti mengalir. Ia mematung, matanya melotot menatap pecahan keramik di bawah kakinya.

Di dalam kamar, suara desahan itu langsung hilang, berganti dengan keheningan yang mencekam. Heri bisa mendengar suara gesekan kain, tanda Sintya sedang meraih jubah mandinya dengan cepat.

“Siapa di sana?!”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
119 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status