"Eh, Rahma. Apa kabar?"Heri tampak terkejut, rona kaku sempat melintas di wajah ketatnya sebelum ia berhasil menguasai ekspresi taktisnya kembali. Rahma, teman sekolahnya di SMA dulu di kampung, kini berdiri tegak di hadapannya di tengah restoran elit Jakarta dengan penampilan yang jauh berbeda.Gaun mini ketat yang membungkus lekuk tubuhnya memancarkan aura metropolis yang pekat, sangat kontras dengan memori gadis remaja berkuncir kuda yang diingat Heri belasan tahun lalu.Rahma menyunggingkan senyum lebar, melipat kedua tangannya di depan dada dengan gaya percaya diri. "Kabar baik, Heri. Nggak nyangka ya bisa ketemu di tempat kayak begini. Aku udah lama di sini, di Jakarta."Heri berdeham, mencoba mencairkan atmosfer yang mendadak beku di atas meja makan mereka. "Kerja di mana sekarang?" tanya Heri, matanya sedikit menyipit, membaca gerak-gerik wanita di depannya.Namun, Rahma tidak langsung menjawab dengan gamblang. Wanita itu hanya tersenyum penuh arti, memutar jemarinya di atas
Read more