Namun Loviana masih terbawa emosi. Ia menatap wanita muda itu dengan mata tajam sebelum akhirnya menoleh kepada Nicko. Wajahnya menunjukkan rasa kesal sekaligus merasa dirinya berada di pihak yang benar.“Dia yang bikin masalah duluan, loh, Mas!” pekik Loviana dengan suara tinggi. Tangannya bahkan sempat menunjuk ke arah wanita tersebut sebelum Nicko dengan cepat menurunkannya.“Iya, iya... aku tahu,” jawab Nicko sabar sambil menghela napas. Ia sedikit membungkuk agar sejajar dengan wajah Loviana, berusaha membuat istrinya fokus kepadanya. “Sudah, dong. Kamu begini malah bisa bikin masalahnya makin besar. Ayo, ikut aku dulu.”Loviana langsung mengembungkan pipinya, ia jelas tidak puas. Perempuan itu akhirnya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, lalu membuang wajah ke samping dengan bibir mengerucut dalam-dalam. Ekspresinya benar-benar menunjukkan bahwa ia masih kesal dan belum rela mengakhiri perdebatan begitu saja.Nicko hanya mampu menatapnya beberapa detik, ia mengenal ekspr
Read more