Nicko masih berdiri di hadapan Jerry dengan tatapan serius. Setelah melihat kondisi putranya, ia memang sudah tidak sanggup bersikap sepenuhnya acuh. Ada rasa iba yang terselip di balik ketegasan wajahnya. Bagaimanapun juga, Jerry adalah darah dagingnya sendiri.Namun rasa iba itu tidak membuat Nicko mengabaikan kenyataan bahwa Jerry harus memiliki batas yang jelas jika ingin kembali tinggal di rumah tersebut. Nicko menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata,“Kalau kamu memang mau kembali ke rumah ini, Papa bisa terima.”Jerry yang sejak tadi menundukkan kepala perlahan mengangkat wajahnya.“Papa... masih mau menerima Jerry?”Suaranya terdengar bergetar. Ada ketidakpercayaan yang begitu jelas dalam tatapannya, seolah ia sudah mempersiapkan diri untuk ditolak sejak datang ke mansion itu.Nicko mengangguk kecil.“Kamu tetap anak Papa.”Mata Jerry langsung memerah, namun sebelum rasa lega itu berkembang lebih jauh, Nicko melanjutkan,“Tapi ada syaratnya.”Jerry menahan napas.“Apa,
Read more