Seketika, mata Loviana berbinar-binar. Rasa gembira langsung membuncah saat pandangannya menyapu deretan truk yang terparkir rapi, di mana masing-masing baknya mengangkut pohon buah cermai yang rimbun dan segar. Dengusan napas lega terdengar dari para bodyguard dan warga pemilik pohon yang melihat sang nyonya muda mulai berseri-seri.Dengan langkah santai namun penuh determinasi, Loviana mulai berjalan mengitari satu per satu truk, memperhatikan setiap detail detail pohon dengan cermat bagaikan seorang pakar tanaman.“Pohon ini bagus bentuknya... tapi buahnya dikit, ga mau ah,” gumam Loviana pelan seraya melambaikan tangannya acuh dan melewati truk pertama tanpa ragu.Ia melangkah lagi ke truk berikutnya, dan seketika sepasang matanya membelalak gembira.“Wah, pohon ini buahnya banyak banget!” seru Loviana antusias, jemarinya menunjuk ke arah dahan yang sarat akan buah-buah kecil hijau kekuningan.Namun, sebelum rasa senangnya memuncak, Nicko yang berjalan di sampingnya langsung menga
Read more