"Tekadku sudah bulat, aku yakin dengan keputusanku. Menikah dengan Nicko secepatnya pasti akan membuat hidupku lebih tenang. Dan lagi pula aku tak sabar ingin segera membuat Jerry menderita setiap hari," gumamnya dalam hati. "Aku akan persiapkan semuanya, Sayang. Jika memang kamu mau besok kita menikah? Kamu ingin konsep wedding yang seperti apa?" tanya Nicko tak sabar. "Aku mau yang mewah. Villa di tepi pantai, saat matahari tenggelam. Nuansa yang elegan namun mewah. Tamu undangan tidak banyak, tapi berkelas. Media boleh meliput dan menyiarkan langsung," pinta Loviana. "Hmm, itu sangat mudah, Gadis Kecilku." Nicko manggut-manggut mengerti, sembari menopang dagu. "Lalu apa mahar yang kamu inginkan, Sayang? Apakah hotel bintang lima, villa, kapal pesiar, perusahaan, jet pribadi, atau pulau?" Loviana bukan seperti sedang mendengar tawaran mahar untuknya, melainkan seperti sedang mendengarkan matketing yang menawarkan berbagai produknya mewahnya. Sejenak ia terdiam. "Hallo? Say
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-10 อ่านเพิ่มเติม