Langit malam membentang pekat, dihiasi ribuan bintang yang berkilau di atas perkemahan. Di dalam tendanya yang sunyi, Xiu Jian berbaring miring di atas tempat tidur kayu. Matanya terpejam, mencoba memanggil kantuk yang tak kunjung datang. Namun, setiap kali ia memejamkan mata, bayangan surat beraroma cendana itu terus terngiang di kepalanya.Ia membalikkan badan ke kiri, lalu ke kanan dengan gusar."Argh, kenapa aku harus memikirkan tulisan konyol itu?!" gumamnya kesal pada diri sendiri.Xiu Jian mendudukkan tubuhnya secara mendadak. Ia menatap gulungan kain sutra hitam yang tergeletak di atas meja. Ada perasaan gengsi yang luar biasa, namun rasa penasaran akan sosok di balik topeng besi dan rubah mesum itu membakar dadanya jauh lebih kuat. Lagipula, ia butuh jawaban atas semua tindakan konyol pria itu."Aku cuma butuh udara segar. Ya, sekadar jalan-jalan sebentar agar tidak stres," dalihnya pada diri sendiri.Dengan cepat, Xiu Jian menyambar mantel tebal berbulu kegemarannya, menyeli
Last Updated : 2026-09-13 Read more