Keesokan paginya, udara terasa lebih dingin saat Veronica melangkah masuk ke ruang kantor hukum Matteo Ferri. Langkahnya berat, seolah setiap lantai yang ia pijak membawa beban yang tidak terlihat. Di tangannya, tas kecil digenggam erat bukan berisi harapan, melainkan kesiapan menghadapi kenyataan yang tidak lagi bisa dielakkan. Begitu pintu ruangan terbuka, ia melihat Matteo sudah menunggu di meja kerjanya, tumpukan dokumen tersusun rapi di sampingnya. Wajah pria itu serius, tanpa senyum tipis sekalipun, seolah menyadari bahwa hari ini bukan hari untuk basa-basi.“Silakan duduk, Nyonya Castellano,” kata Matteo sambil menunjuk kursi di depannya. Tatapannya tetap mengarah pada Veronica. “Ada banyak hal yang sudah tercatat secara resmi. Sayangnya, sebagian besar justru membuat pilihan untuk keluar dari masalah ini semakin sedikit.”Veronic
Read more