Hari persidangan tiba dengan langkah yang tidak terelakkan. Ruang sidang yang luas terasa hening, hanya suara napas dan deru jam dinding yang terdengar. Marco duduk di sisi depan, punggungnya tegap namun tangannya saling meremas di pangkuan. Di sampingnya, Isabella duduk tenang, sesekali menyentuh punggung tangannya seakan memberi kekuatan tanpa mengucap sepatah kata pun. Di hadapan hakim, Veronica berdiri sendiri, wajahnya yang biasanya dingin kini tampak pucat, tatapannya melayang tidak tentu arah, seakan mencari celah tempat bersembunyi yang tidak lagi ada.Bukti-bukti telah disampaikan satu per satu, rapi dan tidak terbantahkan. Catatan keuangan yang disembunyikan, kesaksian yang mengungkapkan peranannya selama bertahun-tahun, serta jejak-jejak kebohongan yang kini terurai jelas di hadapan semua orang. Tidak ada lagi keraguan. Semua yang dilakukan Veronica, pengkhianatan, penyembunyian fakta, pemanfaatan nama orang lain demi keuntungan sendiri semuanya telah terungkap utuh."Semua
Read more