"Berhenti mendebatku, Meghan!" Bentakan Ralph menggelegar, menggetarkan dinding-dinding batu paviliun selir yang mendadak terasa begitu sempit. Napas pria itu memburu, rahangnya mengeras karena amarah yang hampir meledak. Namun, Meghan tidak berniat mundur selangkah pun. Rasa ngeri, muak, dan kemarahan yang telah lama ia pendam kini pecah menjadi keberanian yang nekat. "Kenapa kau mengambil selir jika untuk dipenggal?!" jerit Meghan, air matanya mendesak keluar bukan karena rapuh, melainkan karena rasa frustrasi yang teramat sangat. Meghan maju, memukul dada bidang Ralph berulang kali dengan kedua tangannya. Ia tidak peduli jika tindakan ini bisa membuat kepalanya sendiri melayang. Ia hanya ingin menghancurkan dinding batu tak berotak yang ada di dalam dada pria itu. BUGH! BUGH! Ralph mendengus kasar, lalu dengan satu sentakan dominan, ia mencengkeram pergelangan tangan Meghan dan mendorong wanita itu mundur hingga terjerembap di atas ranjang. "Kelak kau akan tahu alasannya
최신 업데이트 : 2026-06-06 더 보기