Meghan melangkah masuk dengan tertatih, setiap persendiannya terasa ngilu, dan kulitnya menjadi kanvas dari malam yang brutal.Lebam keunguan menghiasi tulang selangkanya, bahkan ada satu tanda memar yang cukup kontras di sudut rahangnya. Suhu tubuhnya terasa mendidih, demam sisa aktivitas semalam yang belum juga reda, namun napasnya yang berat justru terasa memuaskan.Elanor yang sedang duduk di depan meja rias, langsung memutar kursi saat melihat bayangan Meghan di ambang pintu. Matanya membelalak, jemarinya yang semula memegang kalung emas jatuh terkulai ke pangkuan."Meghan ...," bisik Elanor, suaranya tercekat. Ia segera bangkit, mendekati Meghan dengan raut wajah yang sepenuhnya diliputi ngeri dan iba. "Ya Tuhan, lihat dirimu. Raja benar-benar gila."Meghan berdiri tegak di depan sang Ratu, membiarkan gaun pelayannya yang sedikit kusut mengekspos memar-memar di bahunya. Anehnya, alih-alih merintih kesakitan, Meghan justru menyunggingkan senyum yang teramat tipis.Sebuah senyum
최신 업데이트 : 2026-06-12 더 보기