Hari itu, halaman depan kastel kembali riuh dengan atmosfer yang berbeda. Kereta kuda megah dengan lambang singa perak khas Burgundy sudah bersiap. Putri Elanor akan pamitan pulang ke kerajaannya. Sesuai tradisi, setelah musim berganti nanti, pernikahan agung mereka baru akan dilangsungkan. Elanor pulang lebih dulu untuk bersiap, dan beberapa waktu kemudian Ralph yang akan datang menyusul ke Burgundy bersama rombongan kerajaan.Meghan berdiri beberapa langkah di belakang barisan pelayan istana, menyaksikan formalitas perpisahan itu. Elanor tetaplah Elanor—anggun, tegak, dengan dagu yang terangkat tinggi memamerkan harga diri seorang putri berdarah murni. Sebelum naik ke kereta, Elanor sempat menoleh ke arah Meghan. Sepasang matanya menatap Meghan dengan kilat superioritas yang dingin, seolah tatapan itu bicara, Lihat, pada akhirnya akulah yang memenangkan takhta dan pria ini, sementara kau tetap membusuk di sudut gelap.Namun, Elanor tidak tahu apa-apa.Putri dari Burgundy itu sama
Last Updated : 2026-06-01 Read more