"Jika kau memang benar-benar berada di posisi Dean, apa kau akan tetap mengusir wanita jalang yang menjadi parasit ini, Tuan Lucas?" "Kenapa hanya diam? Tidak bisa menjawab? Mulai menyesali ucapanmu sebelumnya, Lucas?" tanya Arinka sekali lagi setelah melihat keterdiaman Lucas di sana. Wanita itu tersenyum, penuh kemenangan. Dia benar-benar puas melihat respon Lucas yang seperti itu. Setidaknya, dia bisa melihat Lucas yang tak lagi membantah dan menyombongkan diri seakan dia ada di atas segalanya hingga bisa merendahkan Arinka seperti sebelumnya. "A–apa maksudmu tent—" "Bicara lagi nanti. Sudah terlanjur malas membahas soal ini denganmu," potong Arinka cepat sebelum Lucas menyelesaikan ucapannya. Arinka berniat melangkahkan kakinya di sana. Namun, baru saja melewati pria itu, tangannya sudah kembali ditarik. Dengan pergerakak cepat, Lucas menarik Arinka dan menyudutkan tubuh wanita itu pada meja makan. Tak peduli dengan kursi yang tersenggol hingga akhirnya terguling denga
Read more