"Gila! Dasar otak mesum!" Tegas Arinka kemudian. Dia mendorong tubuh Dean. Di mana Arinka juga sudah menyodorkan kembali pistol itu pada Dean. Baik benda itu ataupun Dean, keduanya sama-sama membuatnya muak. Dean terkekeh melihat tingkah Arinka di sana. Entah untuk ke berapa kalinya dia merasa sesenang itu saat menggoda adik tirinya. "Aku hanya bercanda, Love. Kemari, ayo mulai belajar menembaknya," ucap Dean mencoba membujuk Arinka. Sementara yang diajak bicara hanya terdiam dan memilin mengambil tempat untuk terduduk di kursi yang berada tak jauh dari sana. "Oh, ayolah Arinka. Jangan seperti anak kecil begini." "Anak kecil? Kau yang anak kecil! Menyebalkan. Sudah aku bilang kalau aku mau pulang, semua ini membosankan. Tidak menarik," balas Arinka dengan bola matanya yang memutar jengah. "Baiklah, baiklah. Mau membuatnya lebih menarik? Aku akan mengajarimu caranya menembak, dan jika kau mengenai target utama, kau bisa meminta satu barang branded dariku," ucap Dean kemudian. S
Read more