Tangan petugas kepolisian itu nyaris mencengkeram lengan Senja. Namun, sebelum jari berseragam itu menyentuh kulitnya, sebuah tangan besar berkulit kasar melesat dan menepisnya dengan tenaga yang terukur namun sangat keras.Senja tersentak mundur, refleks berlindung di balik punggung lebar suaminya. Bumi berdiri tegak, merampas surat berstempel merah itu dari tangan sang polisi. Matanya yang segelap malam memindai deretan kalimat hukum di atas kertas tersebut hanya dalam hitungan detik."Surat Panggilan Pemeriksaan Saksi," desis Bumi. Suaranya sangat rendah, namun memancarkan wibawa yang membuat kedua polisi di trotoar itu refleks mematung. "Ini bukan Surat Perintah Penahanan. Dan KUHAP mensyaratkan pemanggilan harus dilakukan dengan tenggang waktu yang wajar. Kalian mencoba menahan paksa istri saya sore ini juga, tanpa gelar perkara yang layak, atas pesanan siapa?"Polisi itu menelan ludah. Wajahnya memucat pias. Ia tidak menyangka seorang pria berpenampilan kumal dan berjaket pud
Read more