"Tepat di titik persimpangan utama antara jalur timur, barat, dan utara ini, monumen ini akan berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang umat manusia," ujar Kael mantap, menepuk permukaan batu besar yang baru saja selesai ditegakkan.Di titik temu ketiga wilayah aliansi tersebut, para pekerja dari lembah, pesisir, dan dataran utara bergotong royong mendirikan sebuah tugu peringatan. Materialnya bukan lagi baja dingin dari menara tirani, melainkan batu alam yang kokoh dan lempengan logam sisa reruntuhan yang telah dilebur ulang menjadi simbol perdamaian. Braelyn memahat goresan garis peta tiga penjuru di permukaan tugu tersebut dengan ujung pisau belatinya, mengabadikan persatuan yang berhasil direbut melalui darah dan air mata."Setiap orang yang melintas di sini kelak akan tahu bahwa dunia ini tidak diperoleh secara cuma-cuma," ucap Braelyn lirih, menyeka debu batu dari telapak tangannya.Aris, Rian, dan Kirana berdiri berdampingan di dekat tugu tersebut, me
Magbasa pa