"Tutup matamu, Kael, jangan biarkan cahaya dari ribuan mata itu merusak struktur saraf otakmu!" raung Braelyn tertahan, menepis gelombang mental yang menghantam kesadaran mereka secara brutal.Pusaran cahaya keemasan itu membanting tubuh mereka ke atas permukaan lantai transparan yang melayang di tengah kehampaan kosmik. Ribuan mata merah menyala di tubuh sang entitas raksasa berputar serentak, memancarkan gelombang memori masa lalu yang menyiksa. Suara dengung frekuensi rendah berdengking keras di dalam tengkorak kepala, mengorek setiap kenangan pahit yang coba mereka kubur dalam-dalam. Kael berteriak histeris, mencengkeram kepalanya sendiri saat bayangan kegagalan masa lalu berkelebat cepat di hadapannya."Entitas ini bukan sekadar program pelindung, ia adalah cerminan dari seluruh rasa bersalah yang kita bawa selama pertempuran!" teriak Kael terengah-engah, memuntahkan darah segar ke atas lantai kaca.Peretas muda itu merangkak mundur, menghindari sorot mata
Read more