FAZER LOGINBraelyn Wilson mati di hari pernikahannya sendiri diracun oleh tunangan dan sahabat yang paling ia percaya. Namun saat terbangun kembali tiga tahun sebelum tragedi itu terjadi, ia memutuskan untuk membalas semuanya. Kali ini, Braelyn tidak akan menjadi korban. Di tengah rencana balas dendamnya, muncul Eryx Caspian pria misterius yang seolah mengetahui masa depan yang sama dengannya. Semakin dekat dengannya, semakin banyak rahasia kelam terungkap—termasuk kebenaran tentang kematiannya sendiri.
Ver maisSuara sirene yang melengking mendekat akhirnya memaksa mereka untuk bergerak. Eryx membantu Braelyn berdiri, dengan hati-hati merobek bagian bawah gaun safir yang sudah hancur agar wanita itu bisa melangkah lebih leluasa. Di luar gudang, sisa-sisa pelayan yang kesadarannya dibajak kini tergeletak pingsan di atas tanah—efek dari terputusnya Protokol Telor Hitam secara mendasar."Kita harus pergi sebelum area ini dikepung," bisik Eryx, menuntun Braelyn menuju motor hitam doff-nya yang masih terparkir di dekat pagar kawat."Kael gimana?" Braelyn menoleh ke arah jalan raya, mencemaskan peretas jenius mereka."Dia aman. Bocah—maksud gue, cowok itu—terlalu pinter buat ketangkep polisi sipil," Eryx menyeringai, memakai helmnya lalu menyalakan mesin motor yang langsung menggerung patuh.Mereka membelah sisa malam dengan kecepatan sedang, menghindari jalur utama yang kini mulai dipadati lampu merah-biru mobil patroli. Eryx membawa mereka kembali
[PEMBERSIHAN MANUAL DIAKTIFKAN: PENGHAPUSAN EMOSIONAL TOTAL]Sirkuit utama menara hitam itu menjerit. Suara dengung mekanisnya berubah dari frekuensi tinggi yang menulikan menjadi raungan parau, persis seperti monster besi yang sedang sekarat. Gelombang cahaya ungu pekat yang tadinya mengalir stabil di dalam kabel-kabel tembaga mendadak berbalik arah, tersedot kembali ke dalam port tempat telapak tangan Braelyn terpaku.Rasa sakitnya luar biasa. Braelyn merasa seolah seluruh ingatan dari empat lini masa—setiap luka tembak, setiap pelukan Eryx, hingga tangisan Eleanor—dipaksa keluar melewati pori-pori kulitnya untuk dijadikan bahan bakar penghancur kode biner Lucien.Hologram Lucien yang terbelah dua bergoyang gila-gilaan. Wajah partikel abu-abunya perlahan mulai meleleh, terdistorsi menjadi piksel-piksel acak yang tak bermakna. "Braelyn... jika kamu menghapus cermin data ini... kamu juga akan menghapus... semua... sisa..." Kalimat Lu
Braelyn berdiri tegak di tengah kepulan kabut statis, membiarkan angin malam yang menerobos celah atap seng mempermainkan sisa gaun safirnya. Dia menatap lurus ke arah proyeksi hologram Lucien yang bergetar tidak stabil, memancarkan pendaran ungu yang perlahan mengikis realitas di sekitarnya."Gue nggak pernah hidup di atas abu yang lu ciptakan, Lucien," desis Braelyn, langkah kakinya mantap mendekati altar server hitam di depannya. "Gue hidup di dunia yang udah dibersihin dari ambisi busuk lu. Lu cuma hantu digital yang ketinggalan kereta."Hologram Lucien tertawa pelan. Suaranya terdengar pecah, terdistorsi oleh interferensi jaringan yang sedang digempur Kael dari luar. "Hantu? Mungkin. Tapi hantu ini punya cukup siber-kode untuk meruntuhkan fondasi kenyamanan yang baru saja kamu bangun bersama Pelindungmu itu."Layar-layar monitor di sekeliling menara hitam mendadak menyala serentak, menampilkan visualisasi radar kota Jakarta tahun 2026 yang perlahan-lahan mu
Vrummm!Motor hitam doff milik Eryx menderu beringas, membelah malam kota yang mendadak terasa mencekam. Jalanan aspal Distrik 4 yang beberapa jam lalu tampak ramah, kini seolah berubah menjadi labirin beton yang asing. Lampu-lampu jalan berkedip dengan ritme tidak teratur, memancarkan pendaran ungu samar setiap kali roda motor mereka melintas di bawahnya.Braelyn memeluk pinggang Eryx erat-erat, wajahnya tersembunyi di balik punggung jaket denim pria itu. Angin malam merobek gaun safirnya yang sudah koyak, tapi dia tidak peduli. Matanya tertuju pada ponsel lipat cadangan yang dipasang Eryx di stang motor, menampilkan pergerakan koordinat satelit yang dikirim Kael."Kael! Lu masih di sana?!" Braelyn berteriak melawan deru angin, mengaktifkan sambungan pelantang telinga yang baru saja dirangkai darurat oleh Eryx sebelum mereka berangkat."Gue masih di sini, tapi ngetik pake jari dewasa ini ternyata butuh penyesuaian lagi, sialan!" suara Kael terde
“Apa maksudmu dengan pesan ini?”Braelyn menatap layar ponselnya sambil berbicara pelan, seolah pengirimnya bisa langsung menjawab dari seberang sana. Ujung jarinya masih menggantung di atas layar, ragu apakah harus membalas atau tidak. Kalimat itu terlalu tepat, terlalu tajam,
“Jangan datang lagi tanpa pemberitahuan.”Braelyn berdiri tegak di hadapan Eryx, suaranya tenang namun tegas. Ia tidak mundur selangkah pun meski pria itu masih berada terlalu dekat untuk ukuran seorang tamu.Eryx tidak terlihat tersinggung. Tatapannya justru mengamati wajah Braelyn
“Bangun, Braelyn. Kau baik-baik saja?”Suara itu terasa begitu nyata, begitu dekat, hingga membuat Braelyn tersentak. Ia membuka mata lebih lebar, menatap sosok pria paruh baya yang berdiri di samping tempat tidurnya. Wajah itu tidak asing. Justru terlalu ia kenal.Ayahn
“Siapa kamu sebenarnya?”Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Braelyn, pelan namun penuh tekanan, seolah ditujukan pada bayangan di luar jendela yang sudah lama menghilang. Ia sendiri tidak tahu kepada siapa kalimat itu ditujukan. Pada orang di dalam mobil hitam itu, at


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações