Layar ponsel Aira masih menyala.Dua notifikasi muncul hampir bersamaan.EvanKita ngobrol setelah kerja? Banyak yang mau aku tanyain.Dan beberapa detik kemudian—Arka Calling…Aira menatap layar itu cukup lama.Entah kenapa akhir-akhir ini semuanya terasa rumit.Hal kecil terasa besar.Hal sederhana terasa melelahkan.Pada akhirnya, ia menerima panggilan itu.“Halo?”“Kamu masih di kantor?”Suara Arka terdengar tenang seperti biasa.Terlalu tenang.“Iya.”“Aku jemput.”Aira mengernyit.“Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.”Sunyi beberapa detik.Lalu suara Arka kembali terdengar.“Aku sudah di bawah.”Deg.Aira menatap layar ponselnya.Panggilan berakhir.Dan anehnya—Ia tidak tahu harus merasa apa.⸻Lima belas menit kemudian—
Read more