"Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang keras menampar pipi Vani yang saat itu sedang merunduk, berusaha memunguti pecahan gelas di lantai."Dev!" teriak Eko kaget. Dengan sigap, Eko langsung menarik Vani ke dalam dekapannya."Gak apa-apa, Pak... saya yang salah," ucap Vani lirih, suaranya bergetar menahan perih di pipi dan tangannya."Dev, jangan keterlaluan! Itu cuma gelas, masih bisa dibeli lagi. Mungkin Vani gak sengaja!" bela Eko dengan nada tinggi.Devan hanya terdiam. Sebenarnya dalam hati dia juga kaget, tidak menyangka tangannya bisa seringan itu menampar Vani hanya karena aduan Lana."Vani, tangan kamu berdarah, Dek! Sini, obatin dulu," ucap Eko panik saat melihat darah segar mengucur dari jemari Vani."Gak usah, Pak Eko...
Last Updated : 2026-05-03 Read more