Share

Hampir saja

Penulis: Rr716
last update Tanggal publikasi: 2026-05-28 15:48:18

Eko yang mendengar suara teriakan histeris Vani dari arah kamar tidak membuang waktu lagi. Dengan jantung yang berdegup kencang karena panik, ia langsung berlari secepat kilat masuk ke dalam rumah. Langkah kakinya mendadak terhenti di ambang pintu kamar, dan matanya membelak sempurna demi melihat Dani yang tengah berusaha mendekat dan merangsek ke arah Vani.

"Anjing lo! Mau ngapain adik gue, Setan?!" teriak Eko menggelegar, emosinya langsung tersulut sampai ke ubun-ubun. Tanpa ampun, Eko melaya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suamiku, Tuan Mudaku    TRAKTIR TEMAN SEKELASNYA VANI

    Masalah di sekolah sudah selesai mereka langsung ke kantin belakang. Suasana kantin belakang sekolah yang biasa sepi mendadak riuh dan ramai oleh kehadiran rombongan keluarga besar Hartadinata beserta teman-teman Vani.Eko melangkah menghampiri meja panjang tempat teman-teman Vani sudah berkumpul lebih dulu, menyunggingkan senyum lebar tanpa rasa canggung."Maap lama ya nungguin kita." Ucap Eko membuka percakapan dengan nada santai khas seorang guru muda yang ramah.Teman-teman Vani yang sudah hafal betul sifat bercanda guru kesayangan mereka langsung menyahut serempak dengan wajah kompak tanpa rasa takut."Idih... Kita gak nungguin bapak ko..." Kompak semuanya berseru mengoda Eko sembari tertawa renyah.Eko menyilangkan kedua tangannya di dada, melayangkan pandangan pura-pura merajuk."Ya udah kalau gitu kalian bayar masing-masing basonya." Ucap Eko melancarkan ancaman pada murid-muridnya.Salah satu teman Vani yang duduk di sudut meja langsung mengatupkan kedua tangannya, merajuk ma

  • Suamiku, Tuan Mudaku    PERKARA DOMPET

    Suasana di area kantin sekolah yang tadinya riuh mendadak tegang ketika seorang pria berpenampilan rapi membelah kerumunan murid dan wali murid yang menonton."ada apa ini rame-rame begini?" Tanya pria tersebut sembari menatap ke arah Vani, Devan, dan siswi julid yang sedang bersitegang.Siswi julid itu langsung berbinar lega, menunjuk-nunjuk dompet berlogo mewah yang dipegang Emran dengan nada mengadu."Ini pak... Dia maling dompet tuh lihat." Ucap siswi itu memfitnah Vani tanpa rasa malu sedikit pun.Namun belum sempat Devan membalas tuduhan keji itu, pria yang baru datang tersebut melangkah mendekati dompet mewahnya, lalu berseru dengan nada penuh percaya diri tinggi."Eeeeehhh... Itu dompet saya.." ucap laki-laki itu mengklaim kepemilikan benda mewah tersebut.Devan memiringkan kepalanya, menatap pria itu dari atas sampai bawah dengan sepasang mata tajam nan meremehkan."Yakin itu dompet kamu?" Tanya Devan melontarkan pertanyaan singkat namun menusuk.Laki-laki itu membusungkan da

  • Suamiku, Tuan Mudaku    DI TUDUH MALING

    Sekitar jam 10 Vani dan keluarga nya sudah ada di sekolah. Suasana area persekolahan tampak ramai oleh lalu lalang wali murid dan para siswa yang menghadiri acara rapat serta kegiatan olahraga. Damian dan Mamih Eko masuk ke kelas Vani, Vano dan Eko mereka ke sekolah seberang untuk ikut turnamen lagi membawa nama baik sekolah. Sedangkan Vani, Devan dan Emran sekarang di kantin dalam sekolah menunggu prosesi rapat selesai.Di salah satu sudut kantin yang cukup rindang, Devan sedang memangku Emran sembari mencoba menggendong bocah cilik itu naik turun hingga napasnya sedikit terengah-engah."Emran tambah gendut tau meni berat ini...." Ucap Devan mengeluhkan bobot tubuh keponakan kecilnya yang makin padat berisi.Emran memajukan bibirnya, melipat kedua tangan di dada sembari mendongak menatap Devan dengan pandangan tak terima."Om.... Ya ajah ini mah yang kurang gagah..." Ucap Emran membalas ejekan sang paman dengan celetukan polos yang menohok.Devan seketika membelalakkan matanya, mengh

  • Suamiku, Tuan Mudaku    OBROLAN

    Mamih Eko yang mendengar pertanyaan cemburu Damian mendadak tertawa renyah, menatap sang suami dengan sepasang mata berbinar penuh kasih sayang sembari melayangkan cubitan gemas di lengannya."Baik tapi pikasebelen pisan..." Ucap Mamih Eko memuji kebaikan suaminya walau tetap diselingi canda gemas yang sudah menjadi ciri khas mereka.Damian yang mendengar jawaban sang istri seketika tersenyum lebar penuh kemenangan, langsung merengkuh tubuh Mamih Eko ke dalam dekapannya yang teramat hangat."Muuuuuaaaaahhhh..." Damian meluk erat mamih Eko mendaratkan ciuman mesra di pipinya tanpa peduli lirikan anak-anak mereka.---Malam hari Vani dan Devan ada di rumah Vani sedangkan yang lain ada di rumah Vano. Suasana malam terasa sangat tenang dan damai, hanya terdengar deru halus pendingin ruangan di dalam kamar.Devan yang baru saja kembali dari area dapur melangkah mendekati tempat tidur, menatap sang istri dengan raut wajah penuh perhatian."Sayang..... Mau minum susu gak?" Tanya Devan menawa

  • Suamiku, Tuan Mudaku    SALAH PAHAM

    Vani makin menjadi-jadi menangisnya, memeluk erat pinggang Mamih Eko sembari meraung meluapkan kecemburuan dan kekesalan yang salah alamat di depan seluruh anggota keluarga."Nama perempuan itu Elisabeth Kosasih Huuuuuaaaa.... Daddy mah playboy Huuuuuaaaa... Gimana. Nanti Vani kalau di selingkuin sama mas Devan juga berati itu karma dari Daddy....." Teriak Vani meratap histeris, membayangkan skenario terburuk dalam pikirannya sendiri akibat pengaruh hormon menstruasi.Eko yang berdiri di samping sofa membelalakkan mata, melipat kedua tangannya di dada dengan raut wajah kepo setengah mati."Emang ngomong apa tadi Daddy sama dia?" Tanya Eko memancing detail aduan adiknya.Vani mengusap air matanya yang menetes deras dengan punggung tangan, menyahut dengan nada sesenggukan."Ngomong kalau Elisabeth paling cantik belahan jiwa Daddy Daddy gak akan pernah ninggalin Elisabeth..." Ucap Vani membeberkan kalimat romantis yang tak sengaja didengarnya dari percakapan telepon sang ayah.Eko seketi

  • Suamiku, Tuan Mudaku    MEMBUKA IDENTITAS EKO

    Mamih Eko menepuk pelan pundak Eko sambil memutar bola matanya gemas, meluapkan kekesalan penuh kasih sayang seorang ibu pada putra sulungnya."Pikasebelen pisan.... Kalau gak sayang udah mamih buang ke Cikapundung kamu..." Ucap Mamih Eko mengancam akan membuang Eko ke sungai terkenal di Kota Bandung tersebut.Hana yang berdiri di samping Sandi menatap sosok wanita kaya berpenampilan anggun itu dengan sepasang mata dipenuhi rasa penasaran yang tak membendung."Anda siapanya Pak Eko?" Tanya Hana memberanikan diri mencari kepastian status hubungan mereka.Mamih Eko berkacak pinggang pelan, menyunggingkan senyum bangga dan percaya diri tinggi di hadapan Hana dan Sandi."Saya orang tua kandungnya Eko emang anda gak tau kalau anak saya yang ganteng gagah perkasa dan agak tengil ini anak orang kaya?" Tanya Mamih Eko balik mempertanyakan ketahuannya mereka akan latar belakang keluarga Eko yang sebenarnya.Sandi yang mendengarnya langsung mendengus geli, mengibaskan tangannya dengan raut waja

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Yang pasti bukan pengemis

    "Lo gak lihat gimana pacar kesayangan lo itu ngebuli dia? Dia cuma diam, Dev! Padahal posisinya dia itu istri sah lo," ucap Eko dengan nada kesal yang tertahan. "Vani bisa saja lempar gelas itu ke muka Lana kalau dia mau, tapi dia gak sebodoh itu. Dia cuma gak mau cari masalah karena dia tahu sekar

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Mencari kesempatan dalam kesempitan

    "Jam dua malam, Tuan," bisik Vani lirih sambil melirik jam di dinding klinik."Sudah, cepat jangan banyak protes. Kamu itu istri saya, jadi saya sah-sah saja memegang tubuh kamu," potong Devan dengan nada yang tak ingin dibantah."Tapi, Tuan..." Vani masih berusaha menolak."Gak ada tapi-tapian, ce

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Nginep di Klinik

    "Nanti gue ceritain semuanya," ucap Devan pendek, mencoba mengakhiri rasa penasaran Eko.Mereka pun melangkah mengikuti suster dan dokter menuju ruang rawat Vani. Beruntung klinik ini cukup besar dan fasilitasnya lengkap, sehingga ada ruang inap yang memadai."Maaf, Tuan... tolong dijaga ya, jangan

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Gara-gara gelas hampir nyawa melayang

    "Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang kera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status