Sekarang sudah malam. Mama, ayah sambung, papa dan mama sambung sudah pulang. Dan sejak itu Vio jadi tidak banyak bicara. Ia masih memikirkan pertanyaan kapan ia akan mencoba hamil. Bukan tidak mau, tapi rasanya hanya ia yang berjuang sendiri untuk hamil.Perawat baru saja selesai mengecek tanda vital Rocky. Kondisinya membaik, tetapi dokter tetap meminta observasi satu malam lagi."Pulang gih." Usir Rocky.Vio masih duduk di samping ranjang. "Rumah gue disini sekarang. Gue 'kan wali pasien lo.""Elah, gak perlu di temenin. Banyak sahabat gue disini. Semua perawat dan dokter yang urus gue, itu anggota geng gue selama kita ko-as dulu."Vio mengendikkan bahu. "Gue bakal tetep disini."Rocky menyandarkan punggung ke bantal. "Gue ditinggal semalam nggak bakal mati, Vi."Mata Vio langsung memerah. "Lo tuh ya? Jangan ngomong kayak gitu.""Gue cuma--"Vio melirik Rocky. "Seumur-umur lo nggak pernah pingsan."Rocky terdiam."Lo selalu sehat, selalu kuat. Bahkan kalau sakit pun pali
Read more