Hari itu ruang obstetri seperti tidak pernah tidur. Satu pasien baru masuk, satu pasien pindah ke ruang nifas, satu lagi tiba-tiba kontraksi aktif. Vio bahkan tidak sempat duduk lebih dari lima menit.Persalinan pervaginam, operasi sectio. Ada yang lancar. Ada yang bikin jantung nyaris copot.Keringat menempel di pelipis, masker terasa lembap, sarung tangan sudah entah ganti berapa kali. Tapi setiap kali suara itu muncul—tangisan bayi, selalu sama efeknya. Dada Vio menghangat, lelahnya seperti luruh sedikit demi sedikit."Halo adek cantik. Selamat datang di dunia." Vio berdiri di samping inkubator, memperhatikan bayi yang baru lahir dibersihkan perawat. Wajahnya merah, tangannya kecil mengepal.“Sehat ya, dok,” kata bidan.Vio mengangguk pelan, senyumnya terpancar tulus. “Sehat.”Hari itu banyak drama, banyak panik, banyak keputusan cepat. Tapi satu hal yang tertinggal di kepala Vio hanya satu: Semua bayi mereka sehat. Vio menatap bayi itu lebih lama dari seharusnya.Dulu semua
Read more