Satrio memarkirkan sedan hitam itu di halaman luas kediaman mewah orang tua Pak Aizar. Begitu turun, ia disambut hangat oleh Cempaka, ibu dari Pak Aizar, yang kebetulan sedang menyiram tanaman bunga kesayangannya di taman depan."Eh, Nak Satrio. Apa kabar? Masih magang di tempat Aizar ya?" sapa Cempaka dengan senyum ramahnya. Ia sudah mengenal Satrio sejak pemuda itu beberapa kali datang ke rumah menemani Aizar dan juga mengantar dokumen untuk Aizar."Kabar baik, Bu. Iya, Pak Aizar minta saya bantu cek komputer Mbak Debby yang bermasalah," jawab Satrio sopan, sambil sedikit membungkuk.Cempaka tidak menyadari bahwa Satrio yang berdiri di depannya sekarang memiliki aura yang jauh berbeda. Namun, sebagai wanita yang peka, ia sempat tertegun sejenak melihat ketegasan wajah Satrio di balik kacamatanya. "Oh iya, Debby sudah menunggu di atas. Langsung saja ke kamarnya ya, tadi dia ngomel terus karena tugasnya terhambat."Satrio melangkah menuju kamar Debby di lantai dua. Di sana, Debby sud
Última actualización : 2026-05-09 Leer más