Sinar matahari sore menembus kaca jendela besar di lantai 9 gedung perkantoran elit itu, menyinari sosok Aizar Surya Prambudi yang berdiri membelakangi meja kerjanya. Sebagai Presdir yang baru saja dilantik, ia memiliki segalanya: kekuasaan, kekayaan, dan pesona yang sulit ditolak. Namun, di balik setelan jas mahalnya, terdapat sebuah rahasia kecil yang tergantung di lehernya, sebuah liontin batu giok berwarna hijau pekat dengan tali hitam sederhana.Ketukan pintu memecah keheningan. "Masuk," ujar Aizar tanpa menoleh.Satrio, seorang mahasiswa magang jurusan IT berusia 24 tahun itu, melangkah masuk dengan ragu. Penampilannya sangat bersahaja, kemeja flanel yang rapi namun murah, kacamata berbingkai tipis, dan sikap yang sangat sopan. Satrio adalah tipikal pemuda yang jujur dan tekun yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar monitor dan tidak terlihat oleh lawan jenis di kantor ini. "Bapak memanggil saya?" tanya Satrio sedikit membungkuk.Aizar berbalik, menatap Satrio denga
Last Updated : 2026-05-07 Read more