Lereg tidak langsung menjawab.Setelah permintaan itu keluar dari bibir Laticia, ruangan mendadak terasa jauh lebih sunyi. Tatapan pria itu tertahan padanya, tajam dan dalam, seolah sedang menimbang bukan hanya kata-katanya, tetapi juga perubahan yang kini berdiri di hadapannya.Laticia membiarkan keheningan itu beberapa saat sebelum akhirnya kembali bicara, suaranya tetap tenang.“Itulah mengapa Anda harus pergi lebih dulu.”Sudut bibir Lereg bergerak samar, membentuk senyum tipis yang sulit ditebak artinya.“Apa sekarang Anda sedang memintaku memberontak secara langsung?”Nada suaranya terdengar ringan, tetapi makna di baliknya jelas, tapi Laticia tidak terpengaruh. Ia hanya menyandarkan tubuhnya sedikit ke sofa, menatap lurus ke arah pria itu.“Tidak perlu,” jawabnya datar. “Aku hanya ingin Anda lebih dulu sampai di Utara. Apa pun alasannya.”Lereg mengangkat alis tipis. “Tapi kau memintaku membunuh mereka.”Laticia memiringkan kepala sedikit, seolah itu bukan hal yang perlu diperd
Read more