Kesadaran Laticia kembali perlahan, seolah dirinya sedang ditarik keluar dari kegelapan yang panjang dan berat. Hal pertama yang ia rasakan adalah dingin. Dingin yang aneh, merayap pelan dari ujung jemari sampai ke dadanya, meninggalkan ruang kosong yang sulit dijelaskan.Kelopak matanya terbuka sedikit demi sedikit. Cahaya lampu minyak yang redup menyambut pandangannya, memantul lembut di dinding kamar yang begitu familiar. Aroma obat memenuhi udara, bercampur samar dengan bau darah yang belum sepenuhnya hilang.Ia kembali ke kamarnya.Di sekeliling tempat tidurnya berdiri beberapa tabib kerajaan dengan wajah tegang, sementara Melisa tampak di sudut ruangan dengan mata merah dan sembab, jelas sudah menangis cukup lama. Tidak jauh dari sana, Carsein berdiri membelakangi ranjang, tubuhnya kaku seperti patung.Suasana di ruangan itu terasa berat. Laticia tidak perlu waktu lama untuk mengingat apa yang terjadi. Tangannya perlahan bergerak ke atas perutnya sendiri. Jemarinya berhenti di s
Read more