Pagi itu, cahaya musim dingin masuk samar melalui jendela-jendela tinggi kamar Laticia, memantulkan warna pucat ke lantai batu yang tertutup karpet tebal. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia duduk di depan meja rias sementara Ema dan Melisa merapikan mantel bulu yang akan ia kenakan. Udara di dalam kamar hangat berkat perapian yang terus menyala, tetapi pikirannya masih belum sepenuhnya tenang sejak malam sebelumnya.Baru saja Ema selesai menyisir rambutnya, pintu kamar terbuka tanpa banyak aba-aba.Carsein masuk. Langkahnya cepat, membuat Ema, Melisa, dan para pelayan lain saling berpandangan sebelum akhirnya membungkuk dan keluar meninggalkan ruangan, memberi ruang bagi keduanya.Laticia menoleh pelan, sedikit mengernyit melihat kedatangannya yang tiba-tiba.“Apa terjadi sesuatu,” tanyanya tenang, “sampai kau masuk ke kamarku pagi-pagi seperti ini?”Carsein berjalan mendekat, berhenti hanya beberapa langkah di depannya. Wajahnya terlihat lebih lelah dibanding kemarin, seolah sema
続きを読む