“Nona, ma’afkan kami tidak bisa menjaga Nona dengan baik,” Anwar menunduk.Umar di sampingnya, dengan tangan dalam balutan gips, menganggukkan kepalanya.“Seharusnya, saat saya memberitahukan Nona tentang mobil-mobil besar di belakang kita, seharusnya kita bertukar posisi. Seharusnya, Nona berada di depan kami.”Dia mengeleng.“Nggak, Wan. Ada mobil pickup putih yang langsung memotong jalurku. Diikuti dengan mobil boks besar yang ikut memotong jalur. Kita berada di kawasan satu arah jalan. Tidak ada tempat putar balik di kawasan itu. Sengaja mereka memilih tempat eksekusi kematianku berada di kawasan satu arah agar lebih mudah pelaksanaannya dan ditutupi dari para saksi mata dengan menggunakan mobil-mobil boks besar yang menghalangi pandangan pengguna jalan dari jalur sebelah.”Dia melanjutkan lagi.“Berhenti menyalahkan diri kalian. Situasi kita saat itu terdesak. Tidak ada jalan keluar. Jalan di depanku dihadang oleh pickup putih dan mobil boks besar yang sengaja berjalan di jalur k
Read more