Lintang menemaninya ke Four Seasons Hotel untuk menemui Orion Petralis. Mereka berangkat setelah sholat subuh. Udara masih bersih, jalanan masih longgar. Mobil pengawal bergerak lancar memandu mereka di depan. Sebuah kotak makanan yang disiapkan oleh ia sendiri dibantu Bi Lastri terbungkus rapi di dalam tas jinjing di jok belakang. Lintang bersenandung di sampingnya. Lintang masih kelelahan setelah menyetir sendirian pulang pergi dari Bandung kemarin, jadi kali ini mereka memakai driver.“Mbak, nanti kita sempat sarapan, gak?” tanya Lintang.“Mbak gak tahu. Tapi kalau gak sempat ya kita sarapan di bandara aja gimana? Atau kamu mau sarapan di tempat lain?”“Cari referensi dulu, Mbak…,” Lintang terkekeh sambil membuka gawainya.Pengawal membukakan pintu mobil saat mereka turun di teras lobby Four Season. “Kita langsung ke atas saja, Mbak,” Lintang meletakkan gawainya ke dalam saku jaket.“Kenapa? Orion belum bangun?” matanya melebar saat menatap adik sepupunya.Lintang tertawa.“Nggak
続きを読む