“Kami bertiga mempunyai bisnis yang berbeda. Papamu, Bagaskara Herlambang, bergerak di bisnis logam dan baja. Aku, sebagai anak tertua, bergerak di bisnis kaca untuk bangunan dan kendaraan. Dan adikku, Prambudi Herlambang, bergerak di bisnis plastik untuk bangunan. Semuanya terhubung untuk bangunan, karena menginduk dari perusahaan yang dibangun oleh kakek kami, kakek buyutmu, Rani. Bisnis konstruksi dan manufaktur,” Om Tara berbicara, semuanya memperhatikan. “Musuh sudah pasti ada. Karena persaingan bisnis ataupun karena keserakahan seseorang. Untuk kasus Papamu, kami belum bisa menyimpulkan siapa yang sedang bermain, siapa yang mengatasi dan kenapa...”“Orang-orang terbaik yang kami kerahkan tidak berhasil membuka tabir itu semua. Mereka bermain rapi. Sangat rapi...”Dia menatap Om Tara, Om Pram, Om Janu dan Tante Dian dengan hati-hati. “Berarti kasus ini buntu? Masuk ke kotak X Files?”Mereka terdiam. Kak
Terakhir Diperbarui : 2026-05-07 Baca selengkapnya