Kevin menyemburkan tawa sepanjang jalan. Pemuda itu mengiringi Luna ketika wanita itu memilih pergi dari pada diinterogasi."Kesal, Nya. Kok jadi Rina yang naik," ejek Kevin penuh kepuasan.Dia suka melihat wajah cemberut Luna. Juga Luna yang berjalan sambil menghentakkan kaki."Mana aku tahu!""Apa suamimu setuju menikahinya?!" Goda Kevin."Apa dia sudah gila?!" Luna balas berteriak. Dadanya kembang kempis menahan emosi yang serasa membakarnya."Siapa tahu, aku kan nanya."Luna mendadak berhenti ketika dia teringat sesuatu. "Apa Rina sengaja merencanakan ini?"Kevin mengedikkan bahu. "Tidak tahu. Tapi bisa saja dia memanfaatkan situasi. Temanmu tidak bisa diremehkan ternyata."Luna kembali bergerak. Ketika mereka melewati koridor yang sepi. Langkah Kevin dan Luna terhenti kala mendapati dua orang sedang bicara.Dilihat dari gelagatnya, mereka sepertinya sedang ...."Na, itu bukannya Alfa."Luna lekas memicing. "Dia sama siapa?"Kevin lekas menarik Luna ke sudut. Tempat yang cukup dek
Baca selengkapnya