Mereka terus maju walaupun penuh rintangan. Monster datang silih berganti. Belalang api, ular derik sebesar anaconda, singa gurun yang sebesar gedung lantai 3, Kadal api, serigala, bahkan burung hitam menyala seperti arang yang menjerit ketika terbang. Sang Swordmaster menebas tanpa henti, otot lengannya terasa perih, napasnya terengah-engah. Namun gadis sepuluh tahun di depannya tidak sekalipun tersandung. Dia melangkah riang di antara kobaran api, kadang memutar tubuh sedikit agar jubahnya tidak tersambar, kadang bergelantungan di pohon, atau berhenti sekian menit untuk membiarkan John menghabisi monster yang menghadang mereka.'Ini gila, benar-benar gila!' John hanya bisa memaki di dalam hati karena kurang persiapan, andai dia tahu akan diajak ke tempat se-berbahaya itu, dia tentu akan memakai baju jirah dan perlengkapan perangnya. 'Tidak-tidak, ini salahku ... seharusnya dibawa kemanapun aku harus selalu bersiap,' batinnya.Asap semakin tebal. Langit memerah karena pijaran api d
Last Updated : 2026-06-04 Read more