"Ahaha ... geli Cici, ampun, ahaha ...." Ariana mencoba menggeser tubuhnya, berusaha menjauhkan panther kecil berbulu lebat itu yang terus menggesek-gesekkan kepala mungilnya di kaki Ariana. Tapi si panther malah makin gigih, memaksa gadis berusia tujuh tahun itu bangun agar mau bermain dengannyaCici, nama panggilan dari Pussi"Iya, iya, aku bangun, ahaha ...." Akhirnya Ariana menyerah untuk membuka mata setengah terpejamnya. "Uwaaah, nyam nyam nyam!" Dia menguap sejenak, kemudian dengan penuh kasih sayang, mengangkat panther kecil yang empuk, dan sangat menggemaskan itu ke pangkuannya. Akan tetapi matanya berkerut cemberut, menahan sedikit rasa kesal karena tidurnya terganggu."Anak nakal! Kamu sudah bosan hidup, hah? Kenapa nggak main sama Enni, Lisa atau John saja!" "Heiiik ... heiiik ...." Suara kecil itu pecah di udara, panther hitam seukuran anak kucing gemoy itu menengadahkan kepalanya, memperlihatkan mata bening berkaca-kacanya.Ariana menghela napas, kemudian jari telunj
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-06 Mehr lesen