Malam itu, panti asuhan yang awalnya ramai dengan suara anak-anak, perlahan kembali tenang setelah makan malam selesai, hanya suara jangkrik dan kodok yang terdengar bersahutan dari luarSuara sendok yang beradu dengan mangkuk sudah menghilang. Anak-anak yang lebih kecil satu per satu masuk ke kamar mereka, sementara para pengurus mulai membereskan ruang makan.Begitu kesibukan itu selesai, Sebastian tiba-tiba meraih pergelangan tangan Elisa yang sudah siap masuk kamar untuk tidur karena tubuhnya merasa lelah setelah seharian membantu di kuil dan panti asuhan."Ikut aku, El, Niel.""Hah? Mau ke mana?" Elisa mengernyit, tidak mengerti."Rapat darurat, ayo," ajaknya sambil menoleh ke arah Niel.Niel yang sedang menyapu lantai langsung menegakkan badan."Rapat?""Ya. Cepat."Melihat wajah serius Sebastian, Niel segera meletakkan sapunya lalu mengikuti Sebastian sudah berjalan terlebih dulu. Elisa pun mengikuti keduanya.Tidak lama kemudian, ketiganya sudah berada di gudang makanan di bel
اقرأ المزيد