*Deggg...* Arkan langsung memasang posisi pasang kuda-kuda bertarung yang kokoh di depan Aura, menyembunyikan bos cantiknya itu di balik punggung tegapnya. Matanya yang tajam menatap awas ke arah ratusan robot eksoskeleton tempur Black Lotus yang moncong senjatanya sudah menyala merah, siap memberondong mereka berdua. "Waduh, Arkan! Lah, ini kenapa malah jadi pangkalan militer robot?! Sialan beneran, Black Lotus gak ada habis-habisnya kirim rongsokan besi!" pekik Aura panik, wajah gemesnya memucat sambil meremas erat rompi taktis Arkan. "Jangan lepas dari punggung gue, Nona Aura. Situasinya beneran kritis, gawai lo masih bisa dipakai buat retas sirkuit gerbang?" tanya Arkan cepat tanpa menoleh sedikit pun. Aura buru-buru mengeluarkan gawainya yang sempat macet, jemari lentiknya menari genius di atas layar hologram yang berkedip-kedip. "Lagi gue coba, Om! Tapi sistem keamanan di sini tipenya hibrida siber-gaib, susah banget ditembus p
Baca selengkapnya