*Brakkkk!*Debu semen dan serpihan pintu besi mercusuar berhamburan ke segala arah saat Hendra menodongkan sniper elektromagnetiknya tepat ke dada Arkan. Sepuluh prajurit komando maritim berbaju eksoskeleton berat langsung menyebar, mengunci semua jalur pelarian di dalam ruang vakum kuno tersebut."Sialan lo, Hendra! Beneran gak punya sopan santun banget ya mendobrak tempat kerja orang lain!" pekik Aura dari balik konsol meja analog kuno, jemarinya makin brutal menekan tombol ketik.Hendra tertawa melengking, suara tawanya terdengar sangat mengerikan berbaur dengan dengung mesin siber armor taktisnya."Lah, mending lo menyerah sekarang, Aura. Serahkan kode biometrik utama perusahaan bokap lo, atau pengawal lo ini bakal gue robek jadi potongan daging!" ancam Hendra penuh percaya diri.Arkan melangkah maju satu langkah, menghalangi pandangan Hendra dari posisi Aura yang sedang berjuang memutus sinyal torpedo."Gak usah banyak bacot lo, Hendra. Maju lo semua kal
Read more