Benedict tidak bisa fokus meneruskan latihan, akhirnya ia keluar beberapa menit dari arena tanpa menoleh. Langkah yang tidak menuju ke mana pun yang ia rencanakan, hanya bergerak karena berada di dalam ruangan yang sama dengan Rosemary rasanya tidak mungkin lagi saat ini.Oliver memanggil namanya sekali, mungkin dua kali, tapi ia tidak mendengar, atau memilih untuk tidak mendengar. Rosemary tidak memanggil. Ia hanya menatap punggung Benedict yang semakin menjauh, pedang kayu masih di tangannya.Pikirannya mulai bekerja dengan caranya sendiri, menyusun ulang semua yang ia lihat selama ini—semua yang dulu tampak aneh, semua yang dulu ia paksa untuk tidak dilihat karena tidak ada penjelasan yang cukup masuk akal untuk diterima.Bukan lagi dugaan. Bukan lagi kecurigaan. Tapi sebuah kepastian. Henry yang membawa Nona Rosemary ke pesta Ashford. Henry yang selalu ada di saat yang tepat, di tempat yang tepat. Henry yang tidak pernah terkejut pada apapun. Henry yang selalu m
Baca selengkapnya