Taman bermain. Yah, tempat itu adalah tempat wisata taman bermain yang sangat besar dan .... Sepi. Lion rasa ayahnya pasti sudah gila. Untuk apa Cavero membawanya kesini. "Aku menyewa tempat ini, jadi kamu bisa memainkan semua ini dengan bebas." Kan, apa yang dia pikirkan. Kata yang bahkan tidak akan mungkin Lion dengar. "Tidak mau! Lupakan saja!" balas Lion yang segera pergi dari tempat itu. Cavero menghalanginya. "Otakmu pasti geser, untuk apa membawaku kesini. Bermain? Memangnya aku anak-anak, tidak mau!" tolak Lion mentah-mentah. Apalagi jika bermain dengan Cavero. Seketika wajah Lion memerah ketika membayangkannya. Anak itu segera mendorong tangan Cavero yang menghalanginya. Sayangnya, ketika Lion berniat pergi para bodyguard Cavero menghalanginya. "Minggir," ucap Lion. Cavero mendekatinya. Namun ketika melihat wajah Chaselion yang sangat memerah, Cavero merenung. Kulit putranya memang pucat seperti milik istrinya. Karena itu, sekecil apapun emosi itu, Cavero bisa meliha
اقرأ المزيد