Elard tengah duduk di taman sendirian karena lelah harus berpura-pura bersikap manis kepada Asael. Andai saja bisa, Elard ingin mengabaikan wanita itu dan pergi ke markasnya untuk melatih anak baru daripada harus membuang-buang waktu bersama wanita licik itu. Hah,Helaan berat dikeluarkan Elard. Dia berharap, angin malam mampu menyingkirkan perasaan tak menyenangkan yang hinggap sekarang. Berharap waktu cepat berlalu agar dia bisa segera pulang. Di tempat ini, bukan. Bukan tempat, ini memang bukan dunianya. Kapan dia bisa terlepas dari sini dan hidup dengan nyaman bersama Cendric. "Elard,"Suara lembut yang menyapa telinga Elard, membuat perasaan risau laki-laki itu pudar. Elard mengangkat kepalanya. Di depannya, ada wanita yang selalu ia rindukan setiap matanya terpejam. Andai bisa, Elard ingin memeluknya. Mendekapnya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai wanita itu. Namun apa dayanya, ada nyawa yang lebih berharga dari wanita didepannya yang harus dia lindungi. "Aku tidak m
Read more