"Jadi, bagaimana? Bisa beri aku kesempatan untuk jadi bagian keluargamu? Aku ingin jadi suami serta ayah untuk Cendric," Asael diam. Elard berdiri dan menatap Asael yang kebingungan menentukan pendapatnya. "Aku rasa kamu tidak punya pilihan lain. Mulai sekarang, aku akan tidur dikamarmu. Dan mulai besok, kita sarapan dan makan malam bersama."Asael menatap Elard terkejut. "Aku tau ini berat, tapi kita bisa mencobanya. Bagaimana dengan 3 bulan?""Hah, apa?" "3 bulan. Beri aku kesempata 3 bulan. Aku akan berperan sebagai suami dan ayah yang baik. Kamu tidak perlu berusaha menyukaiku lagi, cukup dengan kamu mau makan bersama, jalan-jalan bersama, dan membiarkanku tidur di kamarmu." "A-apa?" Wajah Asael pias memerah. Dia tak pernah mengira Elard akan melakukan langkah yang begitu luar biasa. Langkah yang tak pernah dia bayangkan. Kini, Asael hanya bisa duduk termenung dikamarnya menunggu Elard. Tadi, Elard menyuruhnya kembali ke kamarnya lebih dulu karena akan bersiap pindah. Jant
Read more