Kalau Raka benar-benar mati atau gagal total, dia tidak perlu menghadapi taruhan memalukan itu lagi.Di pusat komando, Arman akhirnya tidak bisa diam lagi. Pria itu langsung meraih mikrofon komunikasi.“Raka Mahendra!” Suaranya mengguncang seluruh lapangan latihan. “Aku perintahkan kau segera kembali! Itu perintah langsung dari Komandan Unit!”Namun semuanya terlambat.Karena pada saat suara itu menggema, sosok Raka sudah menghilang melewati sisi tebing.Di jalur atas, Surya berdiri diam sambil menatap area tempat Raka turun. Tatapannya rumit, dadanya terasa sesak. Raka sudah menyelamatkan nyawanya. Bahkan setelah itu, dia masih nekat turun mengambil senapan yang jatuh.Surya benar-benar tidak mengerti.Orang macam apa sebenarnya Raka Mahendra?Namun beberapa detik kemudian, sorot mata Surya perlahan berubah. Dia mengepalkan tinjunya. “Belum selesai...”Raka memang menyelamatkannya, dan dia berterima kasih untuk itu. Tetapi, karena tindakan nekat tadi, Raka telah membuang banyak waktu
Magbasa pa