Meski begitu, sorot mata Arman masih tertancap lekat pada monitor inframerah. Di balik topeng wajahnya yang serius, pikirannya terus berputar cepat. Bakat mentah, keteguhan mentalitas, fleksibilitas adaptasi, hingga tingkat disiplin diri. semakin banyak kualitas abnormal yang dipertontonkan oleh Raka, semakin besar pula rasa sayang dan ketertarikan yang membumbung di dalam dada sang komandan terhadap taruna muda tersebut.Sudah lama sekali, bahkan mungkin belasan tahun, dia tidak pernah lagi menemukan bibit semenakutkan ini.Sebuah senyuman tipis yang sarat akan antisipasi akhirnya terukir di sudut bibir tegas Arman. "Aku semakin penasaran," gumamnya lirih, nyaris terendam desis mesin pendingin ruangan. "Mari kita lihat, seberapa jauh kau bisa melangkah di akademi ini, Raka Mahendra."Perlahan namun pasti, atmosfer di dalam ruang observasi mulai bergeser drastis.Jika beberapa jam lalu para instruktur senior hanya menonton dengan rasa penasaran yang skeptis, kini sepasang mata mereka
Read more