“Baik, Tuan.”David mengulurkan tangan, berniat mengambil alih Liora dari gendongan Edward. Namun, pelukan Edward pada Liora justru semakin erat. Meskipun Edward sudah mendengar perintah papanya, dia tetap tidak tega menyerahkan Liora pada David. Edward malah mundur setengah langkah sambil menatap Sagara. “Nggak,” tolak Edward dingin. “Saya sendiri yang akan bawa Lio ke kamarnya.”Akbar mendekati Edward dan berbisik, “Tuan Muda, jangan mancing amarah papamu. Kamu nggak mau dikirim ke luar negeri, kan?”Lagi-lagi, ancaman ke luar negeri!Sebagai asisten pribadi papanya, semua perkataan Akbar tentu saja bisa dipercaya. Lagipula, tidak ada untungnya menipu Edward, kan?Edward menunduk, menatap Liora yang berwajah pucat. Wajahnya tetap tenang, tapi sorot matanya terlihat keras. “Dia ketakutan,” kata Edward, pelan. Jantung Liora berdebar mendengarnya. Dia bisa merasakan tubuh Edward menegang.Ruangan mendadak sunyi.Liora yang berada di dalam gendongan Edward, perlahan mengangkat kepa
Baca selengkapnya