LOGINDulu, Liora diejek sebagai Putri Palsu keluarga Santoso dan diusir dengan penuh penghinaan. Sekarang, dia tampil dengan segudang prestasi mengungkap identitasnya yang luar biasa dan memaksa semua musuh bertekuk lutut padanya. Mantan tunangan menarik tangannya. “Liora, kita belum putus. Gue sepakat jadi tutor matematika lo gratis, asalkan lo mau balikan sama gue.” Tapi, Pangeran Sekolah lebih dulu mengklaim Liora miliknya. “Sori, Boy. Liora milik gue. Iya kan, Sayang?” Liora menggenggam tangan Pangeran Sekolah sambil menatap mantan tunangannya. “Lo siapa, ya?”
View More“Mama, Papa!”
Sore hari di teras rumah besar bergaya Victoria. Tuan dan nyonya Santoso menunggu putri kesayangan mereka pulang liburan musim panas. Begitu mendengar suaranya, mereka menoleh sambil tersenyum sumringah. “Lita, kamu udah pulang, nak? Gimana liburannya? Seru, nggak?” Nyonya Gita berdiri merentangkan kedua tangan, bersiap memeluk putrinya. Tuan Rian juga berdiri sambil tertawa bahagia. Erlita berlari ke pelukan Nyonya Gita, bermanja-manja. “Iya, seru. Aku senang banget, Ma.” Awalnya, wajah tuan dan nyonya Santoso menunjukkan rasa tidak senang. Namun kedatangan Erlita langsung membuat mereka bahagia. Nyonya Gita mengusap rambut panjang Erlita. “Baguslah.” “Andre, ayo duduk dulu,” ajak Tuan Rian. “Kamu pasti capek jagain Lita selama liburan.” “Ah! Biasa aja kok, Pa,” sahut Andre. Andre Malik adalah tunangan Erlita. Hubungan mereka baru berjalan beberapa bulan dan sudah pergi liburan bersama. Tuan dan Nyonya Santoso benar-benar memanjakan anaknya! Ketika Erlita hendak duduk, ujung matanya menangkap sosok wanita paruh baya lusuh yang berdiri menatapnya. Erlita langsung memasang ekspresi jijik. “Dia… pembantu baru?” tanya Erlita. Srek! Tepat saat Gita ingin menjawab, gadis kurus kering datang menyeret koper besar milik Erlita dengan susah payah. “Pa, Ma, aku… pulang,” kata gadis itu. “Aku bawa oleh-oleh buatー” Baru setengah bicara, Gita memotongnya. “Cuih!” Gita membuang ludah. “Siapa yang sudi jadi Mama dan Papamu?! Udah kubilang berkali-kali, panggil kami Nyonya dan Tuan.” “Ah! Maーmaaf, Nyonya. Aku lupa. Aku…” Dia adalah Liora Santoso, Putri Palsu keluarga Santoso. Teguran Gita membuatnya gugup sesaat sehingga dia tidak bisa menyelesaikan kata-katanya. Liora telah menjadi putri kesayangan keluarga Santoso selama 16 tahun. Di hari ulang tahunnya yang ke-17, seorang perempuan yang sebaya dengannya datang dan mengaku sebagai putri kandung keluarga Santoso. Perempuan itu bernama Erlita. Demi membuktikan identitas Erlita, Tuan Rian dan nyonya Gita melakukan tes DNA. Hasilnya terbukti cocok. Sejak itu, hari-hari damai Liora telah berakhir. “Sayang, ayo duduk,” ajak Gita. Gita merangkul Erlita. Mereka duduk di kursi kayu mahoni berukiran indah. “Lio, jadi orang jangan nggak tau diri,” ujar Erlita sambil menyilangkan kaki. Erlita berujar lagi, “Lo udah rebut identitas gue dan menikmati kekayaan keluarga Santoso selama belasan tahun yang seharusnya milik gue. Sekarang, waktunya lo balikin semuanya dan balas budi.” Sejak Erlita kembali, semua perhatian tertuju padanya. Liora pun terabaikan. Mereka menganggap Liora adalah Putri Palsu Pembawa Sial dan Erlita Putri Sah keluarga Santoso Pembawa Bintang Keberuntungan. Bahkan, keluarga Santoso mengadakan pesta mewah untuk menyambut Erlita sekaligus mengumumkan identitasnya di depan circle keluarga kalangan atas. Akibatnya, semua orang kelas atas di Kota Poseidon memandang Liora hina. Wanita lusuh gregetan. ‘Hmm, mereka semua bener-bener kurang ajar!’ Wanita itu mengepalkan tangan erat-erat, tidak terima Liora dihina-hina. Namun sekarang dia tidak bisa melakukan apa-apa, selain membawa Liora pergi dari kediaman keluarga Santoso. Karena tidak ingin Liora semakin menderita, dia bergegas mendekatinya. Dia meraih tangan Liora. “Liora, saya… Ella Anggara, ibu kandungmu. Ayo pulang sama Ibu, Nak.” Suara Ella halus dan lembut. Ketika memandang Liora, tatapan Ella penuh kehangatan dan cinta seorang ibu. Alis mata Liora berkedut. “Ha? Iーibu?” Tatapan mereka beradu. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Namun, Liora merasakan hatinya menghangat dan tersentuh. Ella mengangguk sambil menahan tangis. “Ini… hasil tes DNA kita berdua.” Dengan tangan gemetar, Liora memegangi secarik kertas hasil tes DNA. Mata Liora berkaca-kaca ketika dia membaca keterangan yang menunjukkan adanya kecocokan diantara mereka. Liora kembali menatap wajah Ella yang tampak kelelahan. “Iーibu…” “Iya, Nak. Ini ibu. Boleh Ibu memelukmu sekarang?” Tatapan Ella tidak berubah. Namun kini, sinar di matanya berkilat penuh harap. Mereka berpelukan. Suasana berubah menjadi haru. Beberapa pelayan yang mengintip dari kejauhan sibuk mengusap air mata mereka karena terbawa suasana. Erlita membelalak. “Ma, Pa, ada apa ini? Wanita jelek itu beneran Ibu kandung Lio?” Rian dan Gita mengangguk berbarengan. “Dia berasal dari desa di lereng Gunung Persik Kota Avalon,” kata Gita. Rian menambahkan, “Papa dan Mama udah lihat hasil tes DNA Liora, cocok.” Erlita menjadi semakin sombong usai mengetahui identitas asli Liora. Dia semakin berani menginjak-injak harga diri Liora. Erlita dan Andre berdiri, bertepuk tangan dengan meriah. “Lio, pantesan aja sikap lo kampungan begini. Ternyata nyokap lo orang desa, ya? Gue maklum, kok. Hahahaha,” cibir Erlita. Andre menambahkan, “Lio, untung aja keluarga gue batalin tunangan kita. Kalo nggak, reputasi keluarga Malik bakalan hancur dan jadi bahan tertawaan di seluruh Kota Poseidon.” Liora dan Andre tumbuh bersama. Mereka menjalin hubungan pertunangan sejak kecil sesuai dengan ketetapan para tetua kedua keluarga. Namun ketika Erlita kembali, Andre memutuskan hubungan pertunangan secara sepihak. Alasannya karena keluarga Malik beranggapan bahwa yang pantas menjadi tunangan adalah Putri Asli keluarga Santoso, bukan Putri Palsu. Mata Liora menyipit. “Andre, nggak masalah kalo lo batalin tunangan. Tapi, jangan pernah lo hina nyokap gue.” Lalu, tatapan Liora beralih pada Erlita. Dia maju beberapa langkah, mendekatkan mulutnya ke telinga Erlita. “Lo juga, Ta. Jangan disangka gue nggak berani ngelawan cuma karena lo anak sah keluarga Santoso.” Ella tercengang, tidak menyangka Liora seberani ini! Dia mengira, Liora adalah gadis yang terlampau cuek dan mudah ditindas. Erlita sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya keberanian dia kembali muncul. “Halah! Lo cuma berani gertak doang,” sahut Erlita. Andre tertawa. “Hahahaha…” “Udah miskin begini, masih bisa sombong, ya? Lio, lo harus terima takdir kalo sebenernya udah miskin dari dalam kandungan. Lo nggak pantes sejajar sama Lita. Jangan mimpi bisa jadi Putri Sah!” Kata-kata Andre sangat kejam! “Andre, lo beneran kurang ajar. Loー” Liora ingin membalas, tetapi Ella buru-buru menahannya. “Nak, kita nggak bisa ngelawan orang kaya. Mereka punya kuasa dan uang. Tapi kita?” Diam-diam, Ella menatap Erlita. Erlita begitu cantik. Kulitnya putih dan terawat. Rambut panjang hitamnya lurus dan berkilau. Pakaiannya mewah. Jelas, itu adalah merk Prada edisi musim panas tahun ini. Belum lagi sling bag yang dia pakai adalah merk Louis Vuitton seharga Rp 44 juta. Begitu hidung Ella mencium wangi sesuatu… Uh! Sudah dipastikan harum tubuh Erlita berasal dari parfum mahal kelas dunia. Ella menghela napas. “Ehmm …” Kemudian, bola mata Ella bergulir menatap Liora. Hatinya langsung terasa sakit. Liora tinggi dan kurus. Kulitnya putih pucat seperti kekurangan darah. Lingkaran di bawah matanya menghitam dan kulit bibirnya kering terkelupas. Jelas sekali wajahnya menunjukkan kelelahan yang tidak wajar. Pakaiannya? Ella menggeleng saat melihat pakaian Liora. ‘Bahkan pakaian pemulung lebih baik daripada Nona Liora,’ batin Ella. ‘Lihat aja! Keluarga Santoso bakalan menuai karma 100 kali lipat daripada ini!’ Oh! Mengapa Ella memanggil Liora dengan sebutan Nona? Ini sangat janggal.“Lo, Liora Santoso kan?” tanyanya. Lelaki itu seumuran dengan Liora. Mereka satu sekolah di SMA Internasional School The Global Academy. Namun, beda kelas. Saat dia ingin bertanya lagi, suara Sagara terdengar dalam dan penuh tekanan. “Edward, sekarang dia adikmu. Liora Kivandra. Kamu harus jaga dia di sekolah. Jangan sampai anak sah keluarga Santoso menindas Lio. Ngerti kamu?”Liora dan Edward saling bertatapan. Edward memiliki rasa penasaran yang tinggi. Namun, Liora hanya mengangguk. Hati kecil Liora bertanya-tanya, ‘Bukannya Edward cuek banget, ya? Kok dia tau nama gue? Padahal gue bukan bintang sekolah. Gue juga bukan primadona sekolah.’“Saya ngerti, Pa.”Edward yang dingin, ternyata takluk begitu saja pada Sagara. Dia menyodorkan kotak hadiah.“Lio, karena Mama tadi telepon mendadak banget, gue nggak sempet cari hadiah. Jadi, gue cuma bisa kasih lo ini.”Ah, kotak perhiasan!Ketika Liora membaca merk di atas kotaknya, dia mencibir dalam hati. ‘Edward lagi ngeledek gue, ya? J
Halaman Serenity Enclave tetap terang oleh lampu taman yang tertata rapi. Pepohonan tinggi berdiri diam, memberi kesan tertutup dan eksklusif.“Silakan lewat sini, Nona,” ujar Kepala Pelayan bernama David Zhao.Dulunya, David adalah seorang mata-mata dengan kode Kawe-08 yang dipelihara keluarga Bart, musuh bebuyutan keluarga Kivandra. Namun ketika dia sudah tidak berguna, Nyonya Besar keluarga Bart menyuruh orang untuk membunuhnya. Ketika berada di ambang kematian, Sagara datang menyelamatkan nyawa David. Sejak itulah, dia berhutang nyawa dan mendedikasikan hidupnya untuk Sagara.Liora berjalan di tengah, diapit Nuna dan David.Saat mereka mendekati anak tangga menuju pintu utama, suara bisikan para pelayan terdengar lagi.“Dia… Nona Besar Kivandra?”Bola mata para pelayan nyaris copot!Penampilan Liora sangat sederhana. Rok hitam lipit di atas lutut yang warnanya telah pudar, kemeja putih tanpa lengan yang sedikit kusut dan tas sekolah di punggungnya. Rambut coklat sebahu Liora jat
Liora dan Ella keluar dari rumah besar keluarga Santoso saat hari sudah berubah gelap. Sesuai perkataan Rian, Liora tidak membawa barang berharga apapun. Dia hanya membawa tas sekolah, laptop dan buku-buku pelajaran. Begitu mereka sampai di persimpangan jalan, tiga mobil mewah berwarna hitam berbaris rapi menunggu Liora dengan lampu yang menyala redup. Mobil yang berada di tengah menyita perhatian Liora. Dia berdecak kagum di dalam hati. ‘Ah, Maybach S-Class memang bener-bener keren!’ Di depan dan belakang Mercedes-Maybach S-Class, terdapat Mercedes-Benz G-Class yang merupakan mobil pengawal keluarga super elite. “Bu, tumben banget banyak mobil berjejer di pinggir jalan begini,” ujar Liora, keheranan. “Keluarga kaya mana yang punya mobil mewah sebanyak ini?”Sebelum Ella sempat menjawab, seorang wanita mendekati Liora. Usianya kira-kira 48 tahun. Pakaiannya serba hitam dengan potongan rambut pendek sebatas telinga dan earphone bluetooth menggantung di telinga kanannya. “Halo, Non
“Cukup!” bentak Rian. Rian membakar rokok mahal. Dia memandangi Liora lekat-lekat. Rian berkata, “Keluarga Santoso sudah membesarkanmu selama belasan tahun. Karena melihat hubungan ini, saya…”Rian sengaja menggantung kata-katanya demi menekan psikologis Liora. Rian dan istrinya sudah membesarkan Liora selama 16 tahun. Jadi, dia merasa lebih mengetahui karakter Liora daripada orang lain. Rian menghembuskan asap rokok dengan santai. “Saya akan kasih kamu dua pilihan. Tetap di sini menjadi Putri Palsu keluarga Santoso dan melayani Erlita atau pergi dengan wanita miskin itu tanpa membawa apa-apa.”Rian tersenyum licik. Bola matanya menyiratkan niat tidak baik dan Ella menyadarinya. Bagaimana dengan Liora?Di mata keluarga dan orang lain, Liora hanyalah seorang putri yang hidup santai dan bermanja-manja. Jatah uang jajan bulanan yang bernilai Rp 400 juta selalu habis dalam sepekan. Rian berpikir, ‘Hidup Lio terlalu santai. Sebanyak apapun uang jajan yang saya kasih, dia tetap boros.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.